Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah, Cadangan Devisa RI Turun Jadi US$148,2 Miliar

5 hours ago 1

Rabu, 8 April 2026 - 13:25 WIB

Jakarta, VIVA Bank Indonesia mencatat Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Maret 2026 tetap tinggi sebesar US$148,2 miliar. Meskipun menurun dibandingkan dengan posisi akhir Februari 2026 sebesar US$151,9 miliar.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Ramdan Denny Prakoso, perkembangan ini dipengaruhi oleh penerbitan global bond pemerintah dan penerimaan pajak dan jasa di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kebijakan stabilisasi tersebut sebagai respons Bank Indonesia terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat," 

Dia menjabarkan, posisi cadangan devisa pada akhir Maret 2026 setara dengan pembiayaan 6,0 bulan impor atau 5,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

"Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," tambahnya.

Ke depan, Bank Indonesia meyakini ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.

"Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," tutupnya.

Logo Bank Indonesia.

BI Maksimalkan Operasi Moneter Respons Rupiah Melemah ke Rp17.000 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah masih tetap anteng di posisi di atas Rp 17.000 per dolar Amerika Serikat (AS) hingga pagi ini. Pelemahan terjadi sejak awal pekan didorong konflik Iran

img_title

VIVA.co.id

8 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |