Tak Pandang Bulu, Indra Sjafri Ceritakan Momen Coret Tiga Pemain Timnas Indonesia Jelang SEA Games: Pulang Jam 3 Pagi

6 hours ago 1

Sabtu, 27 Juni 2026 - 15:54 WIB

VIVA – Mantan pelatih Timnas Indonesia, Indra Sjafri, mengungkap kisah di balik salah satu keputusan paling sulit yang pernah diambilnya saat menangani tim nasional, yakni mencoret sejumlah pemain menjelang ajang SEA Games karena persoalan kedisiplinan.

Indra dikenal sebagai salah satu pelatih paling sukses di level kelompok umur Indonesia. Di bawah kepemimpinannya, Timnas Indonesia meraih berbagai prestasi, mulai dari gelar Piala AFF U-19 2013 bersama generasi Evan Dimas, Piala AFF U-23 2019, Piala AFF U-19 2024, hingga mempersembahkan medali emas SEA Games Kamboja 2023 yang mengakhiri penantian gelar selama 32 tahun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski sukses membawa tim meraih prestasi, Indra menegaskan bahwa disiplin selalu menjadi prinsip utama dalam membangun skuad.

Timnas Indonesia U-19 juara Piala AFF U-19 2024

Photo :

  • ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN

Ia mengungkapkan bahwa menjelang SEA Games, dirinya pernah mengambil keputusan tegas dengan mencoret tiga pemain yang melanggar aturan tim.

"Ada kejadian, waktu SEA Games kita mencoret tiga pemain karena tidak disiplin," ungkap Indra Sjafri, dikutip dari kanal YouTube VINDES.

Menurutnya, ketiga pemain tersebut terbukti melanggar aturan dengan keluar malam dan kembali ke tempat pemusatan latihan pada dini hari.

"Keluar malam, terus terang ada pulang jam 3 pagi, gak ada cerita, saya koordinasi dengan manajemen, dan kita coret," tuturnya.

Meski mengambil keputusan tegas, Indra menegaskan bahwa proses tersebut tetap dilakukan secara humanis. Ia terlebih dahulu memanggil para pemain yang bersangkutan untuk berdialog dan mendengarkan penjelasan mereka sebelum menentukan keputusan akhir.

"Tentu ada argumen-argumen, alasan-alasan dia. Tapi kita selalu mengambil keputusan, keputusan itu ada argumennya, argumen itu ya bukti mungkin."

Pelatih berusia 62 tahun itu juga memastikan bahwa pencoretan tersebut bukan dimaksudkan sebagai hukuman yang mengakhiri karier seorang pemain. Baginya, setiap pesepak bola masih memiliki kesempatan untuk bangkit selama mampu belajar dari kesalahan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dan saya selalu bilang ke mereka, jangan ini dianggap hukuman yang akan mematikan karier dan setelah saya lihat sekarang, dulu juga jaman Evan Dimas ada saya coret satu orang, sekarang pemain bagus," tuturnya.

Indra menambahkan bahwa para pemain yang dicoret menjelang SEA Games juga tetap mampu melanjutkan karier mereka dengan baik setelahnya.

Halaman Selanjutnya

"Yang tiga ini pun dicoret kemarin juga bagus, jadi bagaimana sang pemain menyikapinya," pungkasnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |