Teknologi Ini Diharapkan bisa Jawab Tantangan Perubahan Iklim

3 days ago 3

Rabu, 22 April 2026 - 20:38 WIB

Jakarta, VIVA – Di Tengah tekanan global akibat meningkatnya tensi geopolitik, prospek industri sayuran Indonesia sangat menjanjikan didukung oleh nilai bisnis sayur yang cukup besar.

Nilai total produksi sayuran nasional saat ini diperkirakan mencapai Rp120 triliun per tahun. Potensi besar itu juga didukung oleh tingkat keuntungan petani sayur yang cukup besar, lebih besar dibanding rata-rata keuntungan petani komoditas lain.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal tersebut disampaikan Pakar Pertanian IPB University Bayu Krisnamurthi. “Dengan prospek besar itu yang dibutuhkan adalah sistem pangan yang mendukung pengembangan ‘persayuran’ Indonesia,” ujarnya di Jakarta, Rabu, 22 April 2026.

Menurutnya, sistem pangan sayuran (vegetables food system) melibatkan beberapa komponen penting yaitu benih sayur yang baik dan terjamin, usahatani dan petani sayur yang andal serta sistem penanganan pascapanen yang modern dan mampu menjaga stabilitas pasokan dan kesegaran sayur serta keamanan pangannya.

Saat ini, sistem pangan sayuran menghadapi tantangan yang tidak ringan. Perubahan iklim dan ketidakpastiannya menjadi ancaman yang semakin nyata.

Kenaikan harga pupuk dan plastik kemasan akibat perang benar-benar dapat memukul usaha persayuran di hulu dan hilir. Konversi dan degradasi lahan terus mengurangi kapasitas produksi sayur, dan usia petani yang semakin tua semakin mempersulit keadaan.

Menurut Bayu, solusi utama yang dapat diandalkan adalah teknologi yang digerakkan oleh investasi. Teknologi perbenihan diharapkan dapat menjawab tantangan keragaman jenis dan kualitas dari permintaan konsumen sekaligus menjawab tantangan perubahan iklim.

Luas lahan yang semakin sempit membutuhkan tanaman yang lebih produktif, sekaligus sebagai usaha untuk meningkatkan pendapatan petani.

Pada kesempatan yang sama, Managing Director East West Seed Indoensia (Ewindo), Glenn Pardede. Menurutnya, plant genetic resources—termasuk benih—merupakan pondasi biologis dari ketahanan pangan, sekaligus menjadi basis utama dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berbagai studi menunjukkan bahwa peningkatan genetik melalui varietas unggul dapat memberikan kenaikan hasil sekitar 20–50 persen, tergantung pada komoditas dan kondisi.

“Kami melihat bahwa benih unggul adalah pondasi penting, tetapi tidak berdiri sendiri. Kami mendorong pendekatan dan kontribusi yang lebih luas dalam sistem pangan melalui peningkatan kapasitas petani dan mendorong konsumsi pangan sehat,” tuturnya.

Halaman Selanjutnya

Terkait perakitan benih unggul, Ewindo fokus kepada pengembangan benih yang adaptif terhadap perubahan iklim dan tekanan lingkungan. Untuk mendukung hal tersebut perusahaan mengalokasikan investasi cukup besar pada peralatan bio molekuler dan Double Haploid.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |