Tangerang, VIVA – Aksi tak biasa yang dilakukan oleh Pinkan Mambo kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan publik. Mantan personel duo musik Ratu itu mencuri perhatian setelah tampil mengamen sambil karaoke di pinggir jalan kawasan Sepatan, Kabupaten Tangerang.
Dalam penampilannya, Pinkan Mambo totalitas dengan bernyanyi dan berjoget di atas aspal, menghadirkan suasana layaknya pertunjukan dangdut keliling. Aksi tersebut bukan sekadar hiburan biasa, melainkan bagian dari strategi interaksi dengan penggemarnya melalui siaran langsung di platform TikTok. Scroll lebih lanjut yuk!
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menariknya, dari aktivitas tersebut, Pinkan Mambo mampu meraup penghasilan fantastis dalam waktu singkat. Ia mengungkapkan bahwa dalam satu sesi siaran langsung yang berlangsung beberapa jam saja, pendapatannya bisa menembus puluhan juta rupiah, angka yang bahkan melampaui bayaran penyanyi panggung konvensional.
"Kita kan sama saja kayak dangdut keliling ya. Kan dia pakai rok mini, terus menor, terus bawa gerobak dangdut, ya itu aku. Aku bukan artis, maksudnya itu brand aku," kata Pinkan Mambo, mengutip tayangan YouTube, Senin 6 April 2026.
Ia bahkan membeberkan capaian penghasilannya dalam satu hari.
"Hari ini udah Rp26 juta. Dari jam 11.30 sampai jam 3 (sore). Ini masih sampai magrib, masih sampai jam 9 malam. Karena ini sesi satu, masih ada dua sesi lagi," ungkapnya.
Meski demikian, Pinkan Mambo mengakui bahwa penghasilan tersebut tidak selalu stabil. Besar kecilnya pendapatan sangat bergantung pada kemurahan hati para penonton, khususnya para “Sultan” yang memberikan saweran saat live berlangsung. Dalam kondisi sepi, ia mengaku hanya membawa pulang sekitar Rp2 juta, jumlah yang menurutnya cukup kecil dibandingkan kebutuhan operasional.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Di balik potensi cuan yang menggiurkan, aktivitas ini juga menyimpan sejumlah tantangan. Pinkan Mambo harus berbagi ruang dengan pedagang kaki lima di lokasi tersebut, bahkan tak jarang harus berpindah tempat karena lapaknya digunakan pemilik asli.
"Aku letaknya persis di sebelahnya tukang siomay. Jadi aku mengambil lapaknya siomay. Kalau jam 15.30 aku udah diusir nih sama siomay. Siomay udah datang, makanya jam 3 aku udah harus pindah," jelasnya.
Halaman Selanjutnya
Selain persoalan lokasi, kondisi kesehatan juga menjadi perhatian. Paparan panas dan polusi membuat fisiknya sempat menurun, bahkan ia mengaku mengalami luka pada kulit hingga membutuhkan bantuan oksigen.

3 weeks ago
9



























