Jakarta, VIVA – Selama ini, banyak orang menilai kesehatan dari apa yang terlihat di luar. Tubuh ramping, ukuran pakaian standar, serta angka timbangan yang normal kerap dianggap sebagai tanda bahwa seseorang berada dalam kondisi sehat.
Namun, anggapan tersebut mulai dipatahkan oleh temuan medis terbaru. Faktanya, tidak semua obesitas terlihat secara kasat mata. Seseorang bisa tampak langsing, tetapi sebenarnya menyimpan kadar lemak tubuh yang tinggi—kondisi yang dikenal sebagai obesitas dengan berat badan normal atau normal weight obesity. Scroll untuk informasi selengkapnya, yuk!
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Fenomena ini menjadi perhatian para dokter karena sering kali luput dari deteksi hingga akhirnya menimbulkan masalah kesehatan yang serius.
Lemak Tersembunyi di Balik Tubuh Langsing
Menurut Dr. Aastha Gupta, kondisi ini bukan sekadar teori, melainkan realitas yang semakin sering ditemui di praktik klinis.
"Seseorang yang terlihat kurus sebenarnya bisa memiliki kadar lemak tubuh yang tinggi, yaitu kondisi yang dikenal sebagai obesitas dengan berat badan normal. Kondisi ini ditandai dengan penumpukan lemak berlebih di dalam tubuh dan di sekitar organ, sehingga meningkatkan risiko diabetes, penyakit kardiovaskular, dan gangguan metabolik lainnya," ujar Dr Aastha Gupta, dikutip Times of India, Selasa 31 Maret 2026.
Namun karena berat badan mereka masih dalam kategori normal, kondisi ini sering sulit dikenali.
"Pola makan yang buruk, kurang olahraga, dan massa otot yang sangat rendah menjadi penyebab utamanya. Satu-satunya cara untuk mengidentifikasi dan mengelola kondisi ini adalah dengan mengetahui komposisi tubuh, mengukur lingkar pinggang, serta menjalani gaya hidup aktif," sambungnya.
Artinya, meski tampilan luar terlihat ideal, kondisi di dalam tubuh bisa sangat berbeda. Lemak yang menumpuk, terutama di sekitar organ vital seperti hati dan jantung, dapat memicu berbagai penyakit tanpa disadari.
Keterbatasan BMI dalam Menilai Kesehatan
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selama ini, Body Mass Index (BMI) sering dijadikan acuan untuk menilai apakah seseorang memiliki berat badan ideal atau tidak. Sayangnya, metode ini tidak mampu memberikan gambaran menyeluruh tentang komposisi tubuh.
Dr. Manish Kumar Tomar menjelaskan bahwa obesitas dengan berat badan normal menggambarkan kondisi seseorang yang memiliki BMI normal tetapi kadar lemak tubuhnya tinggi, terutama lemak visceral yang berada di sekitar organ.
Halaman Selanjutnya
"Secara genetik mereka tampak bugar, namun kelebihan lemak ini tetap dapat memicu risiko metabolik di dalam tubuh. Studi menunjukkan bahwa hingga 25 persen populasi mengalami kondisi ini, jumlah yang jauh lebih besar dari yang diperkirakan banyak orang," ungkapnya.

3 weeks ago
8



























