VIVA – Keputusan Ajax Amsterdam merekrut Maarten Paes pada bursa transfer musim dingin 2026 bukanlah langkah instan. Di balik transfer kiper Timnas Indonesia itu, terdapat pertimbangan teknis dan strategis yang dirancang matang oleh manajemen klub.
Direktur Sepak Bola Ajax, Marijn Beuker, secara terbuka memaparkan alasan di balik kedatangan Paes dari FC Dallas. Dari proses pemantauan panjang hingga kebutuhan skuad saat ini, Ajax menilai Paes sebagai jawaban atas posisi krusial di bawah mistar.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Berikut empat alasan utama yang membuat Ajax akhirnya menjatuhkan pilihan pada Maarten Paes.
1. Pengalaman Jadi Faktor Pembeda
Maarten Paes resmi berlabuh di Ajax Amsterda
Ajax tengah berada dalam fase transisi, khususnya di sektor penjaga gawang. Banyaknya kiper muda di dalam skuad membuat klub membutuhkan sosok berpengalaman sebagai penyeimbang.
Maarten Paes dinilai memenuhi kebutuhan tersebut. Di usia 27 tahun, ia telah merasakan kompetisi Eredivisie, Eerste Divisie, hingga Major League Soccer (MLS). Kombinasi jam terbang dan usia produktif membuatnya dipandang siap mengemban tanggung jawab di klub sebesar Ajax.
Beuker menegaskan, pengalaman menjadi fondasi utama dalam pencarian kiper baru setelah kepergian Remko Pasveer.
2. Dinilai Andal untuk Tekanan Level Atas
Selain pengalaman, Ajax menaruh perhatian besar pada aspek reliabilitas. Paes dianggap sebagai kiper yang konsisten dan dapat diandalkan di situasi pertandingan krusial.
Selama membela FC Dallas, Paes mampu memantapkan posisinya sebagai salah satu kiper terbaik di MLS. Performa stabil tersebut menjadi indikator bahwa ia mampu menghadapi tekanan tinggi—sesuatu yang tak terpisahkan dari klub dengan ekspektasi besar seperti Ajax.
Faktor inilah yang membuat Ajax berani menebus Paes secara permanen meski sang pemain masih terikat kontrak hingga akhir 2026.
3. Etos Kerja Tinggi di Lapangan Latihan
Maarten Paes, Timnas Indonesia vs Australia di Kualifikasi Piala Dunia
Photo :
- VIVA.co.id/M Ali Wafa
Ajax tak hanya menilai kualitas pemain saat pertandingan. Aktivitas di sesi latihan juga menjadi parameter penting dalam rekrutmen.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurut Beuker, Paes dikenal sebagai penjaga gawang yang sangat rajin berlatih dan memiliki sikap profesional tinggi. Karakter tersebut dinilai sejalan dengan filosofi klub yang menekankan kedisiplinan serta perkembangan jangka panjang.
Bagi Ajax, kehadiran kiper dengan etos kerja kuat akan memberi contoh positif bagi penjaga gawang muda yang tengah berkembang di dalam tim.
Halaman Selanjutnya
4. Mentalitas Kompetitif yang Sesuai DNA Ajax

6 hours ago
1











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5256901/original/039184800_1750294371-ChatGPT_Image_Jun_19__2025__07_35_10_AM.jpg)



