Thierry Henry Tak Habis Pikir Lihat Permainan Korea Selatan: Tak Punya Ambisi Menang

9 hours ago 3

Sabtu, 27 Juni 2026 - 10:29 WIB

VIVA – Legenda sepak bola Prancis, Thierry Henry, melontarkan kritik tajam terhadap penampilan Timnas Korea Selatan usai kekalahan dari Afrika Selatan di Piala Dunia 2026.

Menurut Henry, tim asuhan Hong Myung-bo tampil terlalu pasif dan lebih berfokus menghindari kekalahan daripada mengejar kemenangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Korea Selatan kalah 0-1 dari Afrika Selatan pada laga terakhir Grup A Piala Dunia 2026. Hasil tersebut membuat Taeguk Warriors gagal memastikan tiket ke babak 32 besar melalui jalur otomatis dan kini harus menunggu hasil pertandingan di grup lain untuk mengetahui nasib mereka.

Son Heung-min di Timnas Korea Selatan

Photo :

  • REUTERS/Eloisa Sanchez

Thierry Henry, yang bertugas sebagai komentator Piala Dunia untuk Fox Sports di Amerika Serikat, menilai perubahan pendekatan Korea Selatan sudah terlihat sejak pertandingan melawan Republik Ceko.

"Sejak pertandingan melawan Republik Ceko, Korea Selatan bermain sepak bola bukan untuk menang, tetapi untuk menghindari kekalahan," ujar Henry dilansir dari Edaily.

Ia menambahkan bahwa pendekatan yang terlalu defensif tersebut menjadi kesalahan besar di turnamen sekelas Piala Dunia.

"Pergeseran pasif ini sangat berbahaya di panggung Piala Dunia dan pada akhirnya menjadi penyebab kekalahan melawan Afrika Selatan."

Sorotan utama legenda Barcelona itu tertuju pada keputusan pelatih Hong Myung-bo yang tidak menurunkan kapten sekaligus bintang utama tim, Son Heung-min, sejak menit pertama.

"Bagian yang paling sulit dipahami adalah keputusan untuk tidak memasukkan Son Heung-min, pemain yang paling terampil dan berpengalaman, ke dalam susunan pemain inti dalam pertandingan penting di mana hasil imbang pun akan menuai kritik."

Menurut mantan penyerang Arsenal itu absennya Son sejak awal pertandingan memberi dampak negatif terhadap mental tim.

"Jika seorang pemimpin tim dan pemain simbolis tidak dapat bermain sebagai starter dalam pertandingan di mana hasil sangat penting, itu mengirimkan pesan negatif kepada para pemain di ruang ganti."

Ia menilai keputusan itu bukan sekadar rotasi pemain.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Menghentikannya bukan sekadar istirahat; itu sama saja dengan menyingkirkan satu-satunya pemain kunci yang mampu memimpin tim dalam situasi krisis."

Henry juga menilai masuknya Son pada babak kedua tidak mampu mengubah jalannya pertandingan karena persoalan Korea Selatan bukan hanya soal susunan pemain.

Halaman Selanjutnya

"Ini bukti bahwa ada masalah struktural yang lebih dalam daripada komposisi susunan pemain inti."

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |