Senin, 6 April 2026 - 22:50 WIB
Ankara, VIVA – Tiga kapal pengangkut minyak mentah milik perusahaan Turki telah berhasil melintasi Selat Hormuz dengan selamat sejak konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran dimulai pada akhir Februari, kata Menteri Transportasi dan Infrastruktur Turki, Abdulkadir Uraloglu.
“Sebagai hasil dari upaya yang kami lakukan bersama Kementerian Luar Negeri, kapal milik Turki bernama Ocean Thunder, yang sedang dalam perjalanan membawa minyak mentah dari Irak ke Malaysia, telah berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman sejak tadi malam dan menyelesaikan perjalanannya keluar dari Teluk,” katanya dikutip harian Daily Sabah, Senin.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Uraloglu menambahkan bahwa otoritas Turki terus memantau situasi di kawasan tersebut sepanjang waktu serta berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan lembaga terkait lainnya.
Ia juga mengatakan bahwa kapal lain milik perusahaan Turki masih berada di sekitar wilayah selat. Upaya terus dilakukan untuk memastikan evakuasi mereka dapat berlangsung dengan aman.
Sejumlah kapal masih menunggu kesempatan untuk meninggalkan kawasan tersebut, sementara komunikasi dengan awak kapal dilakukan secara terus-menerus.
Sebelumnya, otoritas Turki mengatakan sebanyak 15 kapal milik perusahaan Turki berada di kawasan Selat Hormuz, dengan berbagai langkah diambil untuk meminimalkan risiko terhadap pelayaran.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Adapun pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Eskalasi di sekitar Iran telah menyebabkan blokade de facto di Selat Hormuz, jalur utama bagi pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global, yang mendorong kenaikan harga energi. (Ant)
AS-Israel Serang 30 Universitas di Iran Sejak 28 Februari
Pada 28 Februari, AS dan Israel melakukan agresi militer dengan menyerang sejumlah target di Iran, termasuk Kota Teheran yang mengakibatkan kerusakan dan korban sipil.
VIVA.co.id
6 April 2026

4 hours ago
3











