VIVA – Kabar yang tak biasa datang dari bek sayap Manchester United, Noussair Mazraoui. Di tengah kariernya bersama MU yang masih berada di level kompetitif, pemain Timnas Maroko itu justru membuka kemungkinan pensiun lebih cepat. Alasannya bukan cedera atau penurunan performa, melainkan dorongan spiritual yang kuat.
Dalam wawancara yang dikutip media Inggris Daily Mail, Mazraoui mengungkapkan keinginannya untuk mengakhiri karier sepak bola usai Piala Dunia FIFA 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Saya mungkin akan pensiun setelah Piala Dunia. Hidup ini singkat. Saya ingin menghafal Al-Quran dan menjadi imam masjid suatu hari nanti,” ucap Noussair Mazraoui dikutip Daily Mail.
Pernyataan itu otomatis menjadi perbincangan luas. Ketika banyak pemian memilih untuk tetap berkutat di dunia sepak bola setelah pensiun, entah itu menjadi pelatih, analis, atau membangun bisnis. Mazraoui justru mempertimbangkan jalan yang jauh berbeda.
Mengejar Ketenteraman, Bukan Sekadar Trofi
Bagi Mazraoui, kesuksesan tidak lagi dukut dari sebuah trofi atau kontrak besar di sepak bola Eropa, menurutnya tujuan hidup yang lebih dalam adalah ketenangan batin melalui pendekakatan spiritual.
Keputusan ini juga menjadi refleksi menarik di tengah kerasnya kompetisi sepak bola modern. Karier di liga elite seperti Premier League seringkali identik dengan tekanan tinggi, jadwal padat, dan tuntutan performa tanpa henti.
Namun di balik itu semua, Mazraoui menunjukkan bahwa ada sisi lain dari seorang atlet profesional, yaitu pencarian makna hidup yang tidak selalu berkaitan dengan popularitas atau prestasi di lapangan.
Sosok Religius yang Konsisten
Mazraoui memang dikenal sebagai pribadi yang religius sejak lama. Selama berkarier di Eropa, ia tetap menjalankan ibadah di tengah jadwal pertandingan yang padat. Bahkan, momentum Ramadan kerap menjadi periode refleksi bagi pemain berusia 28 tahun tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Wacana pensiun dini ini pun diyakini bukan keputusan spontan, melainkan bagian dari perjalanan panjang yang sudah ia pikirkan matang. Di ruang ganti, ia dikenal sebagai sosok yang tenang dan disiplin, serta tidak terlalu larut dalam gemerlap kehidupan pesepak bola modern.
Kontrak Masih Panjang, Tapi Pilihan di Tangan Pemain
Halaman Selanjutnya
Meski kontraknya di Manchester United masih berjalan beberapa tahun lagi, keputusan akhir tetap ada di tangan Mazraoui. Dalam sepak bola, hal seperti ini bukan hal baru terlebih kalau sudah menyangkut pilihan hidup. Jika benar terjadi, langkahnya jelas tak biasa: meninggalkan panggung besar saat masih aktif demi mengejar tujuan spiritual.

1 week ago
2



























