Selasa, 7 April 2026 - 20:59 WIB
VIVA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump sekali lagi memperingatkan Iran untuk mencapai kesepakatan sebelum batas waktu yang ditetapkannya pada hari Selasa, 7 April 2026, dengan mengatakan bahwa "seluruh peradaban akan mati malam ini" jika kesepakatan tidak tercapai untuk mengakhiri konflik.
"Seluruh peradaban akan mati malam ini, dan tidak akan pernah bisa dihidupkan kembali. Saya tidak ingin itu terjadi, tetapi mungkin akan terjadi," kata Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Namun demikian, pernyataan Trump tetap membuka kemungkinan jalan keluar, dengan mengatakan bahwa "mungkin sesuatu yang revolusioner dan luar biasa dapat terjadi".
"Kita akan mengetahuinya malam ini, salah satu momen terpenting dalam sejarah dunia yang panjang dan kompleks. 47 tahun pemerasan, korupsi, dan kematian, akhirnya akan berakhir. Tuhan memberkati rakyat Iran yang hebat!"
Presiden AS mengatakan dia akan menghancurkan setiap jembatan dan pembangkit listrik di Iran dalam waktu empat jam jika Iran tidak mengakhiri blokade minyak Teluk sebelum pukul 8 malam Waktu Bagian Timur pada hari Selasa (Rabu, 8 pagi, waktu Indonesia).
"Sekarang kita telah mencapai Perubahan Rezim yang Lengkap dan Total, di mana pikiran yang berbeda, lebih cerdas, dan kurang radikal berkuasa, mungkin sesuatu yang revolusioner dan luar biasa dapat terjadi, SIAPA TAHU?” tulis Trump.
Iran Siapkan Balasan
Saat waktu terus berjalan menuju tenggat waktu Trump, serangan terhadap Iran semakin intensif sepanjang hari, menghantam jembatan kereta api dan jalan raya, bandara, dan pabrik petrokimia, serta memutus aliran listrik, menurut media Iran.
Iran menanggapi dengan menyatakan bahwa mereka tidak akan lagi menahan diri untuk menyerang infrastruktur negara-negara tetangganya di Teluk, dan mengklaim telah melakukan serangan baru terhadap sebuah kapal di Teluk dan fasilitas industri Saudi yang terkait dengan perusahaan-perusahaan AS.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kedua negara sejauh ini telah bertukar proposal, dengan Pakistan bertindak sebagai perantara utama, tetapi belum ada tanda-tanda kompromi.
Seorang sumber senior Iran mengatakan kepada Reuters bahwa Teheran telah menolak proposal yang disampaikan oleh para perantara untuk gencatan senjata sementara.
Halaman Selanjutnya
Pembicaraan tentang perdamaian abadi hanya dapat dimulai setelah AS dan Israel mengakhiri serangan mereka, memberikan jaminan bahwa mereka tidak akan melanjutkan serangan, dan menawarkan kompensasi atas kerusakan, kata sumber Iran tersebut.

7 hours ago
1











