Trump Ultimatum Iran: Patuhi Gencatan Senjata atau Hadapi Serangan Lebih Besar!

2 days ago 4

Kamis, 9 April 2026 - 14:40 WIB

VIVA –Presiden Amerika Serikat, Donald Trump kembali memperingatkan Iran agar mematuhi apa yang ia sebut sebagai kesepakatan yang sebenarnya.

Melalui unggahan di Truth Social, Trump mengatakan bahwa seluruh kapal, pesawat, dan personel militer AS akan tetap siaga hingga Iran benar-benar menjalankan isi kesepakatan tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia juga menegaskan, jika kesepakatan itu tidak dipatuhi meski menurutnya kemungkinan itu sangat kecil maka konflik akan kembali pecah dengan kekuatan yang jauh lebih besar dari sebelumnya.

”Jika karena alasan apapun hal itu tidak terjadi, yang sangat tidak mungkin maka pertemuran dimulai lebih besar, dan lebih kuat dari yang pernah disaksikan siapapun sebelumnya,” tulis dia dikutip dari laman The Guardian, Kamis 9 April 2026.

Trump menyebut bahwa sejak lama sudah ada kesepahaman, terlepas dari berbagai pernyataan yang menurutnya menyesatkan, bahwa tidak boleh ada senjata nuklir, dan Selat Hormuz harus tetap terbuka serta aman.

Sementara itu, ia menambahkan bahwa militer AS saat ini dalam kondisi siap, sambil beristirahat dan bersiap menghadapi kemungkinan langkah berikutnya.

“Tidak ada senjata nuklir dan selat Hormuz akan terbuka dan aman. Sementara itu, militer kita yang hebat sedang mempersiapkan diri dan beristirahat, sebenarnya menantikan penaklukan berikutnya. AMERIKA TELAH KEMBALI,” tulis dia.

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

Mengutip AP News, Kamis 9 April 2026,Komandan kedirgantaraan Garda Revolusi Iran, Jenderal Seyed Majid Mousavi, menegaskan bahwa serangan ke Lebanon dianggap sama dengan menyerang Iran. Ia juga memperingatkan bahwa pihaknya sedang menyiapkan balasan besar, meski belum menjelaskan detailnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, menurut laporan Press TV milik pemerintah Iran, selat tersebut telah ditutup sepenuhnya, dan semua kapal tanker yang mencoba melintas dipaksa berbalik arah menyusul serangan yang dilancarkan Israel ke Lebanon. 

Di sisi lain, Kepala Staf Militer Israel, Letjen Eyal Zamir menyatakan negaranya akan terus memanfaatkan setiap peluang untuk menghantam kelompok Hizbullah. Militer Israel bahkan mengklaim telah menyerang lebih dari 100 target di Lebanon hanya dalam 10 menit pada Rabu disebut sebagai serangan terbesar sejak 1 Maret.

Donald Trump Gelar Press Conference Senin 6 April didampingi Pete Hegseth

Trump Siagakan Militer AS di Sekitar Iran, Langsung Bombardir Jika Kesepakatan Gagal

Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa pasukan militer AS akan tetap ditempatkan di dalam dan sekitar Iran sampai Teheran sepenuhnya mematuhi kesepakatan damai

img_title

VIVA.co.id

9 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |