Tuding World Bank Salah Hitung Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI, Purbaya Bakal Tagih Permintaan Maaf

2 days ago 5

Kamis, 9 April 2026 - 14:45 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, bukan suara soal penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 oleh World Bank, dari proyeksi sebelumnya di level 4,8 persen menjadi 4,7 persen.

Dia menduga bahwa proyeksi World Bank itu adalah imbas dari dari kenaikan harga minyak dunia, yang berkemungkinan diubah lagi apabila situasinya sudah kembali normal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Apabila hal itu sampai terjadi, Purbaya menganggap bahwa World Bank sudah melakukan dosa besar karena memberikan sentimen negatif bagi Indonesia, sehingga nantinya dia pun akan meminta lembaga itu meminta maaf atas hal tersebut.

"Kalau sebulan dari sini harga minyak turun ke level normal lagi, World Bank pasti akan ubah prediksinya. Tapi dia sudah melakukan dosa besar, dia menimbulkan sentimen negatif ke kita," kata Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis, 9 April 2026.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Photo :

  • VIVA/Rahmat Fatahillah Ilham

"Nanti saya tunggu permintaan maaf dari mereka ketika harga minyak sudah balik lagi ke level yang normal, kalau dia ubah prediksi ekonominya lagi," ujarnya.

Purbaya bahkan mengatakan bahwa bisa saja World Bank salah hitung dalam proyeksinya tersebut. Sebab pada kuartal I-2026, Dia memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia justru bisa mencapai 5,5 persen.

"Karena di triwulan pertama saja (pertumbuhan ekonomi nasional) mungkin 5,5-5,6 persen atau lebih. Berarti World Bank menghitung kita mau resesi, turun ke bawah sekali. Kalau rata-ratanya 4,6 persen, saya pikir World Bank salah hitung," kata Purbaya.

Dia menekankan, yang terpenting bagi Purbaya saat ini adalah bagaimana memastikan iklim investasi dan berbagai program pemerintah bisa berjalan dengan baik. Sehingga diharapkan hal itu juga akan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi nasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya akan optimalkan semua mesin ekonomi yang ada di sini, itu saja. Mungkin saja World Bank betul, tapi saya enggak tahu, yang jelas kalau di angka saya sih sudah membaik dan kita akan jaga terus," ujar Purbaya.

"Mungkin World Bank belum tahu jurus-jurus asia saya, jurus-jurus asia Pak Prabowo," ujarnya.

Ilustrasi Minyak Mentah

Gencatan Senjata Iran Tak Mempan, Harga Minyak Masih Tembus Rp2,1 Juta per Barel

Harga minyak Brent spot mencapai Rp2,1 juta per barel meski ada gencatan senjata Iran. Gangguan pasokan global diprediksi masih berlangsung hingga berbulan.

img_title

VIVA.co.id

9 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |