Selasa, 7 April 2026 - 18:34 WIB
VIVA – Ukraina menyatakan Rusia membantu Iran dengan menyediakan citra satelit dan dukungan siber yang diduga digunakan untuk merencanakan serangan terhadap target Amerika Serikat dan sejumlah negara di kawasan Timur Tengah. Klaim tersebut tertuang dalam penilaian intelijen Ukraina yang ditinjau kantor berita Reuters.
Dalam dokumen itu disebutkan, satelit Rusia melakukan sedikitnya 24 kali survei terhadap fasilitas militer dan lokasi strategis di 11 negara Timur Tengah sepanjang 21 hingga 31 Maret. Total terdapat 46 titik yang dipantau, termasuk pangkalan militer, bandara, dan ladang minyak.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Penilaian tersebut juga menyebut adanya pola waktu yang dianggap mencolok. Serangan rudal balistik dan drone Iran dilaporkan kerap terjadi beberapa hari setelah aktivitas pemantauan satelit tersebut.
Sejumlah sumber militer Barat dan sumber keamanan regional, menurut laporan yang sama, mengaku mendapati peningkatan aktivitas satelit Rusia di kawasan itu serta indikasi pembagian citra dengan pihak Iran.
Selain dukungan pengintaian, laporan intelijen Ukraina itu menyebut Rusia dan Iran memperkuat kerja sama dalam operasi siber. Kelompok peretas dari kedua negara dikatakan saling berinteraksi dan meningkatkan aktivitas yang menargetkan infrastruktur serta jaringan telekomunikasi di kawasan Teluk Persia.
Dokumen tersebut juga menyebut mekanisme berbagi citra dilakukan melalui saluran komunikasi permanen antara Moskow dan Teheran, yang diduga melibatkan personel intelijen militer Rusia yang berada di Iran.
Dukungan Rusia terhadap Iran juga pernah diungkapkan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. Ia menyebut tak hanya Rusia, China juga disebut turut membantu Iran dalam perang melawan Amerika Serikat dan Israel.
"Rusia dan China adalah mitra strategis kami, dan kami sudah lama menjalin kerja sama yang erat, yang masih terus berlanjut hingga sekarang, termasuk kerja sama militer," ujar Araghchi, dalam wawancara dengan MS Now dikutip dari laman NY Post, Selasa 17 Maret 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Araghchi mengungkap keterlibatan China hanya beberapa hari setelah ia menyatakan bahwa peran Rusia dalam konflik tersebut bukan rahasia.
"Kerja sama militer antara Iran dan Rusia bukan hal baru. Ini bukan rahasia," kata Araghchi dalam program Meet the Press di NBC pada hari Minggu, 15 Maret lalu. Ia tidak merinci bentuk bantuan militer yang diterima Iran dari China dan Rusia, namun menggambarkan hubungan tersebut sebagai kerja sama yang baik.
Intip Akses Transfer ke Universitas di AS hingga Pendidikan Jalur College
Sistem akademik AS dikenal menawarkan beragam akses bagi generasi muda yang bercita-cita melanjutkan studi hingga jenjang sarjana. Tidak hanya melalui universitas.
VIVA.co.id
7 April 2026

3 hours ago
1











