Ultimatum Iran ke AS dan Israel, Siap ’Hajar’ Lebih Keras Jika Diserang Lagi

3 days ago 3

Rabu, 22 April 2026 - 13:00 WIB

VIVA Iran kembali memberikan peringatan keras kepada Amerika Serikat dan Israel. Peringatan ini ditunjukkan kepada kedua negara tersebut untuk tidak melakukan tindakan agresi ke Republik Islam Iran.

Dalam keterangan resmi Markas Pusat Khatam al-Anbiya, pihaknya menegaskan jika kedua negara tersebut tetap nekat, maka Iran akan langsung melancarkan serangan balasan ke target-target yang sudah ditentukan sebelumnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya, Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaqari, mengatakan bahwa pasukan Iran yang kuat dan mumpuni sudah lama berada dalam kondisi siaga penuh dan siap bertindak kapan saja.

“Jika ada agresi atau tindakan apa pun terhadap Republik Islam, kami akan segera menyerang target-target yang telah ditentukan dengan kekuatan penuh. Amerika dan rezim Zionis pembunuh anak-anak akan menghadapi balasan yang jauh lebih keras dari sebelumnya,” ujarnya dikutip dari laman presstv.ir, Rabu 22 April 2026.

Peringatan ini kata Ebrahim disampaikan sebagai respon atas ancaman berulang Trump dan komandan militer AS.

Seperti dikabarkan sebelumnya, 7 April lalu Trump mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan. Keputusan gencatan ini muncul setelah Iran melakukan setidaknya 100 gelombang serangan balasan dengan menyasar berbagai target strategis milik AS dan Israel di kawasan Timur Tengah.

Menyusul dengan gencatan senjata, AS dan Iran melakukan perundingan di Islamabad pada Sabtu 11 April lalu. Namun setelah menjalani perundingan selama 21 jam, perundingan itu berakhir tanpa kesepakatan apapun. Hal ini lantaran tuntutan Amerika Serikat yang dinilai terlalu maksimal serta penolakannya untuk mengubah posisi yang dianggap tidak masuk akal.

Rencana perundingan lanjutan sempat dibahas untuk digelar pekan ini. Tetapi Iran menegaskan tidak akan kembali ke meja perundingan sebelum Washington mencabut blokade yang dianggap ilegal terhadap kapal dan pelabuhan Iran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada Senin, Trump kembali mengancam Iran dengan kekuatan militer yang luar biasa, bahkan menyebut banyak bom akan mulai dijatuhkan jika tidak ada kesepakatan dari perundingan kedua pihak.

Namun pada Selasa, Presiden AS itu juga mengumumkan perpanjangan gencatan senjata setelah Iran tetap pada sikapnya.

Presiden Donald Trump

Trump Sebut Iran Kehabisan Uang Akibat Perang Hingga Tak Bisa Gaji Militernya

Presiden AS Donald Trump kembali mengunggah serangkaian pernyataan bernada sindiran kepada Iran dan para pengkritiknya. Kali ini dia menyebut Iran kehabisan uang

img_title

VIVA.co.id

22 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |