Senin, 6 April 2026 - 14:00 WIB
VIVA –Pasukan sementara PBB di Lebanon, United Nations Interim Force in Lebanon atau UNIFIL menyampaikan keprihatinan terkait terus berlangsungnya baku tembak antara pasukan Israel dan Hizbollah di dekat pos-pos mereka. Baku tembak itu dianggap membahayakan keselamatan pasukan penjaga perdamaian.
“Secara terus-menerus menyampaikan keprihatinan atas tembakan proyektil dan peluru yang dilancarkan pejuang Hezbollah maupun tentara Israel ke arah atau di dekat pos-pos kami,” kata juru bicara UNIFIL, Kandice Ardiel dikutip dari laman Anadolu Agency, Senin 6 April 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dia juga menekankan bahwa insiden semacam ini sudah menimbulkan korban jiwa dan luka di kalangan pasukan PBB.
Ia menambahkan bahwa kedua belah pihak juga melakukan serangan dari lokasi yang dekat dengan pos UNIFIL, yang berpotensi memicu tembakan balasan, dan memperingatkan keberadaan para kombatan di area dekat tempat tinggal dan tempat kerja pasukan penjaga perdamaian.
“Kegiatan semacam ini menempatkan pasukan PBB dalam bahaya,” kata Ardiel.
Dia mengingatkan semua pihak akan kewajiban mereka untuk menjamin keselamatan dan keamanan personel PBB serta menghormati kedaulatan fasilitas PBB setiap saat.
UNIFIL juga meminta semua pihak untuk menurunkan senjata dan benar-benar berusaha mencapai gencatan senjata. Mereka menekankan bahwa konflik ini tidak bisa diselesaikan dengan cara militer dan memperingatkan, jika pertikaian terus berlanjut, hanya akan menimbulkan lebih banyak korban jiwa dan kerusakan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sejak serangan lintas batas yang dilakukan kelompok Lebanon Hezbollah pada 2 Maret lalu, Israel telah melancarkan serangan udara dan ofensif darat di Lebanon selatan, meski gencatan senjata yang berlaku sejak November 2024 masih resmi ada.
Sejak awal Maret, Hezbollah membalas dengan meluncurkan serangan roket ke wilayah Israel, menyatakan bahwa serangan tersebut sebagai respons terhadap serangan Israel yang terus berlanjut di Lebanon, termasuk kematian Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan udara bersama AS-Israel pada 28 Februari.
Diam-Diam AS dan Iran Bahas Gencatan Senjata 45 Hari, Kesepakatan Damai Segera Tercapai?
Amerika Serikat, Iran, dan para mediator dari Timur Tengah melakukan pembicaraan intensif terkait kemungkinan gencatan senjata selama 45 hari. Mungkinkah perang berakhir?
VIVA.co.id
6 April 2026

3 hours ago
1











