Viral Jawaban Tak Terduga Menhan AS soal Stabilitas Mental Donald Trump

20 hours ago 3

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:28 WIB

VIVA –Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth mendadak jadi sorotan selama sidang kongres terkait stabilitas mental presiden Donald Trump. Dalam sidang yang berlangsung pada Rabu dan Kamis waktu setempat, anggota parlemen AS, sempat menayakan tentang kestabilan mental sang presiden. Mengingat dalam sejumlah unggahan Trump di media sosial selama perang dengan Iran dinilai tidak terkendali. Bahkan terkadang berisikan ancaman terhadap keselamatan ‘seluruh peradaban’.

Lantas bagaimana jawaban Hegseth? Melansir laman NDTV, Jumat 1 Mei 2026, salah satu anggota parlemen AS dari Partai Demokrat, Sara Jacobs sempat mempertanyakan kelayakan Trump sebagai panglima tertinggi di AS. Saat mendapati pertanyaan itu, Heseth terlihat kesal dan langsung membela Trump. Dia bahkan menyerang balik Jacobs dengan pertanyaan serupa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Apakah pertanyaan serupa pernah Anda ajukan kepada pendahulunya, Joe Biden selama empat tahun?,” tanya Hegseth.

“Joe Biden bukan presiden. Trump sudah menjabat selama satu setengah tahun,” balas Jacobs.

“Saya bahkan tidak akan menanggapi pertanyaan merendahkan yang Anda arahkan kepada panglima tertinggi. Trump adalah panglima tertinggi yang luar biasa dan selalu mengutamakan pasukan kita,” ujar Hegseth dengan nada marah.

Tak sampai di situ, dalam sidang tersebut, anggota Komite Angkatan Bersenjata DPR dan Senat AS juga sempat membahas proposal anggaran militer di perintahan Trump untuk tahun 2027. Anggaran militer tersebut disebut meningkat hingga mencapai 1,5 triliun dolar AS atau setara kurang lebih Rp24 kuadriliun.

Menjawab pertanyaan itu, Hegseth mengatakan kalau anggaran besar tersebut ditujukkan untuk mepersiapkan pasukan militer AS dalam menghadapi konflik saat ini dan masa depan sekaligus membalikkan bertahun-tahun kekurangan investasi dan salah Kelola.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Anggaran 1,5 triliun dolar ini akan memastikan Amerika Serikat tetap memiliki militer paling kuat dan paling mampuni di dunia,” ujarnya.

Hegseth menggambarkan proposal itu sebagai langkah besar untuk merombak kekuatan militer AS secara menyeluruh, dengan fokus pada peningkatan kapasitas industri, pengembangan senjata canggih, serta kesejahteraan prajurit. Ia juga menyoroti rencana kenaikan gaji sekitar tujuh persen bagi personel tingkat junior, serta komitmen untuk menghapus barak yang buruk atau tidak layak.

Halaman Selanjutnya

“Kemampuan sebuah negara untuk memproduksi, berinovasi, dan memenuhi kebutuhan penting para prajuritnya dengan cepat dan dalam skala besar adalah fondasi utama bagi daya tangkal dan kelangsungan hidupnya,” kata Hegseth.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |