Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun

7 hours ago 4

loading...

Mengendus potensi perputaran uang yang sangat masif, raksasa jaringan pegadaian asal Rusia, PJSC MGKL (holding dari Mosgorlombard) mengumumkan rencana ekspansi ke pasar domestik India. Foto/Dok, rushweb.io.

JAKARTA - Kegemaran masyarakat India terhadap emas (the yellow metal) menjadi magnet bisnis yang tidak terbendung bagi korporasi global. Mengendus potensi perputaran uang yang sangat masif, raksasa jaringan pegadaian asal Rusia , PJSC MGKL (holding dari Mosgorlombard) secara resmi mengumumkan rencana ekspansi untuk masuk ke pasar domestik India.

Tidak tanggung-tanggung, perusahaan Moskow ini akan mendaftarkan diri di GIFT City (Gujarat International Finance Tec-City), sebuah pusat layanan keuangan internasional terkemuka di India barat yang dirancang menandingi kedigdayaan Singapura (Marina Bay) dan Dubai (DIFC).

Menariknya, alih-alih membuka toko konvensional, perusahaan Rusia ini bakal menggebrak pasar dengan memasang terminal otomatis (ATM) khusus untuk jual-beli emas dan perak secara kontak les.

Baca Juga: Aparat India Tangkap Pria yang Selundupkan Emas Rp1,5 Miliar di Celana Dalam

Langkah berani Mosgorlombard didasarkan pada data finansial yang mencengangkan dari pasar India. Berdasarkan laporan Morgan Stanley, total kepemilikan emas di tingkat rumah tangga India mencapai angka fantastis, yakni 34.000 ton emas dengan valuasi menembus USD5 triliun (sekitar Rp89.038 triliun dengan kurs Rp17.807 per USD).

Meskipun pasar pinjaman agunan emas (gold loan market) di India sudah mencatatkan portofolio aktif sebesar USD225 miliar, rahasia besarnya adalah baru sekitar 10% hingga 12% saja emas rumah tangga tersebut yang saat ini dijaminkan. Sisa potensi pasar yang belum terjamah inilah yang diincar oleh Rusia.

Baca Juga: Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS

"Melihat skala dan matangnya pasar pinjaman berbasis agunan emas di India, kami memproyeksikan adanya permintaan yang sangat kuat terhadap terminal penerimaan barang-barang emas tanpa kontak (contactless acceptance)," ujar CEO MGKL, Aleksey Lazutin dalam keterangan resminya.

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |