WFH Jadi Senjata Hemat Energi saat Krisis di Depan Mata, Benarkah Kebijakan Ini Efektif?

3 weeks ago 9

Selasa, 31 Maret 2026 - 00:05 WIB

Jakarta, VIVA – Kebijakan work from home (WFH) kembali menjadi sorotan di tengah krisis energi global yang dipicu konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Lonjakan harga minyak dunia serta terganggunya pasokan energi membuat banyak negara mulai mencari cara cepat untuk menekan konsumsi bahan bakar, termasuk dengan membatasi mobilitas masyarakat.

Gangguan distribusi energi global, terutama di jalur strategis seperti Selat Hormuz yang menyuplai sebagian besar perdagangan minyak dunia, memicu kekhawatiran akan krisis energi berkepanjangan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam situasi ini, pemerintah dan perusahaan di berbagai negara mulai menghidupkan kembali kebijakan WFH sebagai langkah darurat untuk menghemat energi dan menjaga stabilitas ekonomi.

WFH pun didorong sebagai salah satu solusi praktis karena dapat langsung menekan konsumsi energi, khususnya dari sektor transportasi. Kebijakan ini dinilai relevan dalam kondisi darurat ketika harga energi melonjak dan pasokan tidak stabil.

Namun, seperti apa dampak WFH sebenarnya terhadap penghematan energi? Berikut informasi selengkapnya, seperti dilansir dari Science Alert, Selasa, 31 Maret 2026.

1. Penghematan energi terbesar berasal dari transportasi

Sejumlah studi menunjukkan bahwa dampak paling signifikan dari WFH adalah berkurangnya penggunaan energi di sektor transportasi. Tanpa perjalanan harian menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi umum, konsumsi bahan bakar menurun drastis.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah menemukan bahwa bekerja dari rumah dapat menurunkan emisi karbon hingga sekitar 29 persen, terutama bagi pekerja yang sebelumnya melakukan perjalanan jauh setiap hari. Artinya, semakin panjang jarak commuting, semakin besar potensi penghematan energi dari WFH.

2. Konsumsi energi rumah tangga justru meningkat

Di sisi lain, WFH menyebabkan peningkatan penggunaan energi di rumah. Aktivitas yang sebelumnya dilakukan di kantor kini berpindah ke lingkungan rumah tangga.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penggunaan perangkat elektronik seperti laptop, pendingin ruangan, lampu, hingga koneksi internet meningkat selama jam kerja. Selain itu, aktivitas tambahan seperti memasak dan penggunaan peralatan rumah tangga juga ikut menyumbang konsumsi energi yang lebih tinggi.

Beberapa studi bahkan menunjukkan bahwa peningkatan energi rumah tangga dapat mengurangi sebagian manfaat penghematan dari sektor transportasi.

Halaman Selanjutnya

3. Efisiensi kantor menjadi faktor penentu

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |