Jakarta, VIVA – Presiden Prabowo Subianto saat ini tengah mempersiapkan Instruksi Presiden (Inpres), terkait operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Hal itu disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan alias Zulhas, usai menggelar Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di kantornya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Kami juga bersama-sama akan menyusun Inpres mengenai operasionalisasi Kopdes Merah Putih,” kata Zulhas, Selasa, 31 Maret 2026.
Sebelumnya, pemerintah telah membuat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025, yang mengatur percepatan pembentukan 80 Kopdes/kel Merah Putih di seluruh Indonesia. Data Kementerian Koperasi (Kemenkop) pada Senin, 30 Maret 2026 mencatat, sebanyak 34 ribu bangunan fisik dari gudang, gerai, dan alat perlengkapan di seluruh Indonesia telah dibangun, dimana lebih dari 2.500 bangunan fisik di antaranya dipastikan telah rampung 100 persen.
Sebanyak 34 ribu Kopdes/Kel Merah Putih itu merupakan bagian dari total sekitar 83 ribu Kopdes/kel Merah Putih di seluruh Indonesia, yang telah terbentuk dan sudah berbadan hukum atau memiliki akte koperasi.
Zulhas menargetkan, pembangunan bisa terus berjalan dengan cepat sehingga target 80 ribu Kopdes/kel Merah Putih di Indonesia nantinya akan bisa tercapai.
“Ini merupakan program unggulan Bapak Presiden (Prabowo Subianto). Kami sudah sepakat harus kerja keras menyelesaikan ini, tidak ada kata lain kecuali ini harus betul-betul dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Senada, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto mengatakan, Inpres yang akan diterbitkan ini nantinya juga akan mencakup pembagian tugas dari para pemangku kepentingan, yang bergabung di dalam program ini.
“Ya nanti pembagian tugas Agrinas apa, Kemendes apa, Kemenkop apa. Itu juga cenderung (fokus ke) operasionalisasi,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sebagai informasi, Kopdes/Kel Merah Putih yang ada di setiap desa dan kelurahan itu nantinya akan menjual dan menjadi gerai sembako, termasuk barang-barang bersubsidi, barang-barang kebutuhan pokok, dan kebutuhan sehari-hari bagi masyarakat.
Selain itu, Kopdes/Kel Merah Putih juga akan menjadi gerai obat dan klinik desa, serta sebagai tempat kegiatan lembaga keuangan mikro, kegiatan pergudangan, sekaligus kegiatan logistik. (Ant).
Investasi Proyek Masela Rp 355 Triliun, Bahlil: Bisa Meningkat Karena Geopolitik Tak Menentu
Bahlil mengatakan, investasi proyek Masela sebesar US$20,9 miliar atau sekitar Rp 355 triliun (asumsi kurs Rp 16.995), kemungkinan bisa meningkat saat diimplementasikan.
VIVA.co.id
31 Maret 2026

3 weeks ago
10



























