3 Hakikat Kesengsaraan Menurut Buya Yahya: Alasan di Balik Musibah yang Sering Membuat Kita Mengeluh

5 hours ago 1

Kamis, 23 April 2026 - 12:32 WIB

Jakarta, VIVA – Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang merasa putus asa saat menghadapi kesulitan, seperti sakit, kemiskinan, atau berbagai musibah. Tidak sedikit pula yang langsung mengeluh dan mempertanyakan alasan di balik penderitaan tersebut. 

Namun, menurut Buya Yahya, kesengsaraan yang dialami seorang hamba beriman sebenarnya memiliki makna besar di sisi Allah. Dalam salah satu ceramahnya, Buya Yahya menjelaskan bahwa musibah bukan semata-mata bentuk hukuman, melainkan memiliki tujuan yang sangat mulia bagi seorang hamba. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Buya Yahya, berbagai kesulitan yang dialami seorang hamba beriman, seperti sakit, kefakiran, ketertindasan, hingga musibah, bukanlah sesuatu yang sia-sia. Semua itu terjadi karena adanya hikmah yang telah ditetapkan oleh Allah.

"Sakit yang dirasakan seorang hamba yang beriman itu, kefakiran yang dirasakan oleh seorang yang beriman itu, ketertindasan yang dirasakan oleh orang yang beriman itu, musibah yang dirasakan oleh seorang yang beriman itu antara tiga hal,” ujar Buya Yahya yang dikutip dari tayangan YouTube pada Kamis, 23 April 2026.

Hakikat pertama dari kesengsaraan adalah sebagai sarana penghapusan dosa. Buya Yahya menjelaskan bahwa Allah memberikan ujian kepada seorang hamba agar dosa-dosanya dapat dihapus sebelum ia menghadapi kehidupan setelah kematian.

"Pertama karena Allah ingin menghapus dosanya agar nanti di alam barzakh dilanjutkan di padang mahsyar dan di akhirat tidak mendapatkan siksaan,” jelasnya. 

Artinya, penderitaan yang dirasakan di dunia dapat menjadi bentuk kasih sayang Allah agar seorang hamba tidak menanggung beban dosa di akhirat. Dengan memahami hal ini, seseorang diharapkan lebih sabar dan tidak mudah mengeluh saat menghadapi ujian hidup.

Hakikat kedua dari kesengsaraan adalah sebagai cara Allah mengangkat derajat seorang hamba di hadapan-Nya. Tidak semua orang mendapatkan kesempatan ini, karena ujian yang berat sering kali menjadi tanda bahwa seseorang sedang dipersiapkan untuk mencapai kedudukan yang lebih tinggi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Yang kedua, musibah yang dirasakan seorang hamba yang beriman adalah untuk pengangkatan derajat,” jelasnya lagi. 

Hakikat ketiga dari kesengsaraan adalah pahala besar yang akan diberikan kepada seorang hamba. Bahkan, pahala dari kesabaran menghadapi musibah dapat melebihi pahala ibadah yang dilakukan dalam waktu lama.

Halaman Selanjutnya

"Yang ketiga akan jadi pahala yang mengagetkannya, melebihi daripada salat tahajud yang dilakukan bermalam-malam, melebihi dari puasa yang dilakukan berbulan-bulan, melebihi daripada salat yang ditegakkan berakaat-rakaat,” terang Buya. 

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |