5 Jurusan Kuliah dengan Tingkat Pengangguran Tertinggi, Gelar Sarjana Makin Tak Laku?

22 hours ago 2

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:30 WIB

Jakarta, VIVA – Memilih jurusan kuliah ternyata tidak hanya menentukan arah karier, tetapi juga memikirkan peluang untuk mendapat pekerjaan setelah lulus. Di tengah pasar kerja yang semakin ketat, sejumlah jurusan mencatat tingkat pengangguran tertinggi di kalangan lulusan baru (fresh graduate).

Dunia kerja saat ini semakin gamblang menunjukkan bahwa gelar akademik saja belum cukup untuk menjamin kemudahan masuk ke dunia kerja. Khususnya bagi para lulusan baru dari jurusan kuliah yang peluang industrinya sedang melemah.

Data Federal Reserve Bank of New York menunjukkan, lulusan Antropologi menjadi kelompok dengan tingkat pengangguran paling tinggi, mencapai 9,4 persen. Selanjutnya Jurusan Fisika dengan tingkat pengangguran sebesar 7,8 persen.

Jurusan Teknik Komputer yang digandang-gadang akan meraih keuntungan dari distrupsi kecerdasan buatan (AI) menempati posisi ketiga. Jurusan kuliah ini memiliki angka pengangguran sebesar 7,5 persen. 

Posisi keempat adalah Jurusan Seni Komersial dan Desain Grafis dengan tingkat pengangguran sebesar 7,2 persen. Uruan kelima, yakni jurusan Seni Rupa (fine arts) sebesar 7 persen.

Ilustrasi mencari pekerjaan.

Photo :

  • bullseyerecruiting.net

Dikutip dari Investopedia pada Selasa, 27 Januari 2026, para ahli menilai dinamika industri menjadi salah satu faktor segelintir jurusan kuliah sulit mendapat pekerjaan. Lulusan teknik komputer, misalnya, menghadapi tantangan besar setelah sektor teknologi memangkas belanja dan perekrutan sejak tahun 2022.

Sementara itu, jurusan seni dan humaniora cenderung menghadapi keterbatasan permintaan pasar. Kurangnya keahlian teknis yang spesifik membuat lulusan lebih sulit bersaing di lowongan kerja yang menuntut keterampilan langsung siap kerja.

Di sisi lain, sektor seperti kesehatan dan rekayasa teknik terus menunjukkan pertumbuhan yang stabil. Alhasil, permintaan tenaga kerja tetap tinggi dari tahun ke tahun.

Strategi Bertahan bagi Lulusan Baru
Bagi lulusan dari jurusan dengan tingkat pengangguran tinggi, fleksibilitas menjadi kunci utama. Editor tren dunia kerja Indeed, Priya Rathod, menekankan pentingnya membangun keterampilan lintas bidang.

“Untuk lulusan dari jurusan dengan tingkat pengangguran tinggi seperti antropologi, seni rupa, atau desain grafis, kuncinya adalah tetap fleksibel dan fokus mengembangkan keterampilan yang bisa dipindahkan,” ujar Rathod.

Ia menambahkan, seyogyanya para lulusan baru mulai melatih kemampuan softskill, seperti komunikasi hingga pemecahan masalah (problem solving). Menurutnya, kemampuan ini menjadi nilai tambah yang membuat lulusan lebih relevan di berbagai industri.

Halaman Selanjutnya

Keterbatasan pengalaman kerja penuh waktu juga bukan penghalang utama. Menurut Rathod, pengalaman magang, kerja paruh waktu, freelance, hingga kegiatan sukarela tetap memiliki nilai strategis dalam membangun CV dan jaringan profesional.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |