Jalan Kaki Setiap Hari Bisa Kurangi Lemak Perut, Ini Kata Ahli

5 days ago 25

Sabtu, 3 Januari 2026 - 10:10 WIB

Jakarta, VIVA – Mengurangi lemak perut sering menjadi tujuan utama banyak orang yang mulai rutin berolahraga. Hal ini bukan karena penampilan semata, tetapi juga untuk kesehatan jangka panjang. 

Sebab, salah satu jenis lemak ada yang paling berbahaya, yaitu lemak visceral. Ini adalah lemak dalam yang mengelilingi organ vital seperti hati, lambung, dan usus. Lemak ini bersifat aktif secara metabolik dan berkaitan erat dengan peningkatan risiko berbagai penyakit kronis.

Di tengah kesibukan sehari-hari, aktivitas sederhana seperti berjalan kaki menjadi pilihan olahraga yang mudah diakses dan berkelanjutan. Pertanyaannya, apakah ada waktu terbaik untuk berjalan kaki agar lebih efektif mengurangi lemak visceral ini? Scroll untuk info lebih lanjut...

Menurut para ahli gizi dan kesehatan, jawabannya tidak sesederhana memilih pagi atau sore. Konsistensi justru menjadi faktor paling menentukan.

“Tidak ada waktu yang benar-benar paling ideal untuk berjalan kaki demi mengurangi lemak visceral,” kata Megan Tomlin selaku ahli gizi, sebagaimana dikutip dari Eating Well, Sabtu, 3 Januari 2026. “Yang paling penting adalah seberapa konsisten seseorang melakukannya,” sambungnya. 

Lemak visceral diketahui dapat memengaruhi produksi hormon, meningkatkan peradangan, mengganggu sensitivitas insulin, serta meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes. Karena itu, menguranginya menjadi bagian penting dari upaya menjaga kesehatan jangka panjang.

Ilustrasi buncit akibat penumpukan lemak perut.

Mascha Davis, ahli gizi lainnya, menyebutkan bahwa berjalan kaki secara rutin dapat meningkatkan sensitivitas insulin, menurunkan hormon stres, dan mendukung metabolisme lemak. Semua manfaat tersebut berperan dalam pengurangan lemak visceral secara bertahap, tanpa harus melakukan olahraga intensitas tinggi.

Meski konsistensi menjadi kunci utama, waktu berjalan kaki tetap menawarkan manfaat tambahan yang berbeda. Berjalan kaki di pagi hari, misalnya, dapat membantu membangun rutinitas sehat sebelum aktivitas harian dimulai. 

Banyak orang merasa lebih termotivasi dan memiliki suasana hati yang lebih baik setelah berjalan di pagi hari. Aktivitas ringan ini juga membantu mengatur kadar gula darah dan metabolisme, terutama bagi mereka yang menghabiskan banyak waktu duduk sepanjang hari.

Paparan sinar matahari pagi turut membantu mengatur ritme sirkadian tubuh, yang berpengaruh pada kualitas tidur. Tidur yang buruk diketahui berkaitan dengan peningkatan lemak visceral, sehingga manfaat ini bisa berdampak tidak langsung pada kesehatan metabolik.

Halaman Selanjutnya

Sementara itu, berjalan kaki di sore atau malam hari, terutama setelah makan, memiliki keuntungan tersendiri. Aktivitas ini membantu tubuh menggunakan glukosa dalam darah sebagai energi, sehingga dapat memperbaiki kontrol gula darah dan sensitivitas insulin.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |