Jakarta, VIVA - Praktisi keamanan siber Charles Halim membagikan kiat praktis bagi pemilik bisnis agar bisnisnya dapat memiliki ketahanan siber, bahkan sebelum mengalami serangan siber.
Yakni, menerapkan lima pilar penting oleh pemilik bisnis secara proaktif dalam bisnisnya yang lagi bertransformasi digital sehingga terdapat ketahanan siber optimal.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Kelimanya terdiri dari detection, identify, protect, kemudian ada recovery dan response. Ini semua memprioritaskan bahwa sistem keamanan bukan harus (disiapkan) reaktif lagi, tapi prokatif," kata dia di Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026.
Maksud dari pilar-pilar tersebut harus diterapkan proaktif dan tidak reaktif artinya semua pilar itu disiapkan sebelum bisnis mengalami serangan siber, dengan demikian semuanya disiapkan sebagai bagian pencegahan.
Pilar-pilar tersebut juga dijelaskan dalam laporan terbaru Indosat Ooreedoo Hutchison (IOH) yang bertajuk "Kerangka Strategis Ketahanan Siber Berbasis Bisnis".
Dalam laporan itu dijelaskan peran dari masing-masing pilar yang disebutkan oleh Charles dengan urutan Identify, Protect, Detect, Response, dan Recover. Dimulai dari Identify, pada pilar ini pemilik bisnis harus memulai memisahkan hal-hal penting yang terhubung dengan keamanan siber.
Pastikan aset kritikal, data, sistem, personel, dan pihak ketiga yang bakal menyediakan layanan keamanan siber. Pilar ini menyediakan dasar untuk memastikan prioritas dan investasi dapat tepat menjaga sistem ketahanan siber.
Selanjutnya, ada pilar Protect, pada pilar ini pemilik bisnis harus menetapkan pengamanan termasuk menyiapkan siapa saja yang dapat mengakses aset penting, menyiapkan pelatihan tenaga kerja, hingga menyiapkan rekayasa ketahanan.
Pilar ini sebenarnya didasari pada pertanyaan bagaimana pemilik bisnis dapat mencegah serangan siber dalam sistem digital yang dimiliknya. Lalu, ada pilar Detect, pemilik bisnis harus rajin mengeksplorasi sistemnya mengantisipasi adanya serangan siber.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Cara yang dapat dilakukan ialah dengan pemantauan berkelanjutan, mendeteksi anomali, hingga memburu ancaman siber. Harapannya saat pilar ini diterapkan ketika ada serangan siber maka waktu yang dibutuhkan untuk menanganinya tidak terlalu lama karena kerentanan sudah diketahui.
Pilar keempat adalah Response. Pemilik bisnis harus menyiapkan tindakan yang akan diambil apabila terdapat temuan serangan siber. Tindakan ini termasuk koordinasi, komunikasi, hingga pelaksanaan respons yang terstruktur.
Halaman Selanjutnya
Di pilar kelima ada Recover. Pilar ini dimaksudkan agar pemilik bisnis bisa memastikan bahwa layanannya dapat kembali setelah mengalami serangan siber. Mereka juga harus memperkuat ketahanan sistemnya dan mengintegrasikan pelajaran yang dipetik setelah mengalami serangan.

1 day ago
2











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555113/original/019639800_1776143107-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual__2_.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556554/original/020780300_1776253850-BPJS_Kesehatan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3301494/original/038090600_1605800346-Tips.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5030100/original/095728600_1732950329-ciri-ciri-urine-penderita-diabetes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457086/original/001907200_1766985704-mohammad-o-siddiqui-uXIx0Ss3b-c-unsplash.jpg)