loading...
Seseorang yang sedang berhijrah perlu memiliki ikhtiar agar perubahan yang dilakukan tidak berhenti di tengah jalan. Foto ilustrasi/ist
Memutuskan untuk hijrah dan meninggalkan kebiasaan buruk bukanlah akhir dari perjalanan. Tantangan sesungguhnya justru muncul setelah seseorang mengambil keputusan tersebut, yakni bagaimana menjaga hati dan langkah agar tetap istiqamah di jalan Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Tidak sedikit orang yang awalnya begitu bersemangat memperbaiki diri. Ibadah mulai diperbaiki, lingkungan pergaulan diseleksi, dan berbagai kebiasaan buruk ditinggalkan. Namun, seiring berjalannya waktu, semangat tersebut dapat mengalami pasang surut.
Dalam Islam, istiqamah berarti tetap berada di jalan yang lurus dan menjalankan ketaatan sesuai dengan apa yang diridai Allah.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا ۚ إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
"Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah tobat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." (QS Hud: 112).
Karena itu, seseorang yang sedang berhijrah perlu memiliki ikhtiar agar perubahan yang dilakukan tidak berhenti di tengah jalan. Berikut sejumlah langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga istiqamah.
1. Luruskan Niat karena Allah
Langkah pertama adalah memastikan bahwa hijrah dilakukan dengan niat yang benar. Keinginan untuk berubah hendaknya bukan semata-mata demi penilaian manusia, popularitas, pasangan, status sosial, atau kepentingan duniawi.
Baca juga : Keutamaan Hijrah di Jalan Allah, Tinggalkan Lingkungan Penuh Maksiat dan Raih Pahala Besar
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan. Maka barangsiapa hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa hijrahnya karena dunia yang ingin ia dapatkan atau karena wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya kepada apa yang ia inginkan itu." (HR Bukhari dan Muslim).
Niat juga perlu terus diperiksa setelah seseorang berhijrah. Sebab, hati manusia dapat berubah dan keikhlasan merupakan perkara yang perlu terus dijaga.
2. Cari Lingkungan dan Sahabat yang Baik
Lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap perjalanan hijrah. Karena itu, memiliki sahabat yang mendukung dalam kebaikan dapat menjadi salah satu ikhtiar untuk menjaga istiqamah.
Allah Ta'ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ
"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar (jujur)." (QS At-Taubah: 119).
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam juga memberikan perumpamaan tentang pengaruh lingkungan pertemanan. Orang yang berteman dengan orang saleh diibaratkan seperti seseorang yang duduk bersama penjual minyak misk. Ia bisa memperoleh minyak tersebut atau setidaknya mendapatkan aroma wanginya.









































