VIVA – Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) memberikan peringatan keras kepada Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM).
AFC menegaskan, pengunduran diri massal pengurus tanpa dibarengi reformasi tata kelola organisasi tidak akan menyelesaikan masalah.
Sekretaris Jenderal AFC, Datuk Seri Windsor John, menekankan bahwa pihaknya tidak pernah meminta seluruh anggota Komite Eksekutif (Exco) FAM untuk mundur secara kolektif.
Menurutnya, langkah tersebut tidak akan berdampak apa pun jika tidak disertai pembenahan manajemen dan birokrasi.
“Kami tidak memaksa siapa pun. Kami hanya menyampaikan hal-hal itu. Mereka sendiri yang harus mengambil keputusan,” ujar Windsor kepada Timesport, seperti dikutip New Straits Times, Kamis, 22 Januari 2026.
Windsor bahkan menilai pengunduran diri tanpa reformasi justru menjadi langkah sia-sia. “Mengundurkan diri hanya demi mengundurkan diri? Lebih baik Anda tidak mengundurkan diri,” katanya menegaskan.
AFC, lanjut Windsor, memiliki sikap tegas bahwa reformasi tata kelola harus menjadi satu paket dengan pengunduran diri pengurus serta pelaksanaan pemilihan umum di tubuh FAM. Terlebih, federasi sepak bola Malaysia itu saat ini masih berada dalam pengawasan ketat FIFA.
“Mereka mungkin sedang mempertimbangkan tindakan dari FIFA, termasuk sanksi sekecil apa pun hingga skorsing, jika kasus ini tidak ditangani dengan benar,” ujarnya.
Menurut Windsor, FAM kini berada di persimpangan jalan. Opsi pertama adalah melakukan reformasi birokrasi secara mandiri dari dalam organisasi. Opsi kedua, membiarkan FIFA turun tangan dengan membentuk Komite Normalisasi.
“Dalam organisasi mana pun, Anda selalu punya dua pilihan. Perubahan dipaksakan kepada Anda, atau Anda mengubahnya sendiri,” kata pria kelahiran Kedah, Malaysia, tersebut.
Windsor kembali mengingatkan, jika FAM memilih bertahan tanpa melakukan pembenahan, maka risiko sanksi pembekuan dari FIFA semakin nyata.
Ancaman sanksi berat ini muncul setelah FAM terbukti melakukan pemalsuan dokumen terhadap tujuh pemain naturalisasi. Meski telah dijatuhi denda dan hukuman oleh FIFA, FAM memilih mengajukan banding.
Namun, banding tersebut ditolak FIFA. Tak puas, FAM kembali melawan dengan mengajukan gugatan ke Pengadilan Arbitrase Olahraga Internasional (CAS), langkah yang disebut-sebut membuat FIFA semakin gerah.
Maroko Siap Gugat FIFA dan CAF Usai Final Piala Afrika Ricuh, Walk Out Senegal Dinilai Ubah Jalannya Laga
Maroko resmi menggugat FIFA dan CAF usai final AFCON ricuh. Walk off pemain Senegal dinilai memengaruhi hasil laga dan mental pemain Maroko di momen krusial.
VIVA.co.id
20 Januari 2026

1 day ago
4















