Jakarta, VIVA - Samsung Electronics Co. mencatatkan valuasi pasar sebesar US$1 triliun (Rp17.386 triliun). Pendapatan ini menjadikannya perusahaan Asia kedua yang berhasil masuk ke dalam kelompok elit raksasa teknologi bernilai triliunan dolar AS.
Sedangkan, raksasa chip asal Taiwan, TSMC, adalah perusahaan Asia pertama yang melewati ambang batas kapitalisasi pasar US$1 triliun pada 26 Februari 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Mengutip situs The Edge Singapore, Kamis, 7 Mei 2026, melonjaknya valuasi Samsung lantaran permintaan tinggi untuk chip yang digunakan dalam kecerdasan buatan (AI).
Laba operasional Samsung meningkat tajam 756,1 persen dari setahun sebelumnya hingga mencapai rekor tertinggi sepanjang masa sebesar 57,23 triliun Won pada periode Januari-Maret 2026.
Pendapatannya ikut terkerek 69,2 persen ke rekor tertinggi baru sebesar 133,87 triliun Won, dan laba bersih tembus 474,3 persen menjadi 47,23 triliun Won.
Bisnis pembuatan chip Samsung mencatat laba operasional sebesar 53,7 triliun Won dengan pendapatan 81,7 triliun Won pada kuartal yang berakhir 31 Maret 2026.
Penjualan chip memori high bandwidth (HBM) telah mendongkrak profitabilitas Samsung. Namun, perusahaan tersebut terus menghadapi persaingan sengit di pasar HBM setelah kehilangan keunggulan awalnya dari sang pesaing, SK Hynix.
Samsung terus berupaya mempersempit ketertinggalan dari SK Hynix di segmen chip memori AI yang berkembang pesat.
Pada Februari lalu, perusahaan menyatakan telah menjadi yang pertama di dunia yang memulai produksi massal cip HBM4 dan mulai melakukan pengiriman ke sejumlah pelanggan yang dirahasiakan identitasnya.
HBM4 merupakan generasi keenam sekaligus terbaru dari teknologi memori high bandwidth. Chip ini diharapkan memainkan peran kunci dalam arsitektur AI Vera Rubin milik Nvidia yang akan datang, yang dirancang untuk mendukung beban kerja AI tingkat lanjut di pusat-pusat data.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Meski demikian, Samsung juga menghadapi beberapa tantangan. Pertumbuhan pendapatan unit chip berbanding terbalik dengan penurunan operasi smartphone dan layar Samsung, yang berjuang melawan kenaikan harga material dan komponen.
Keuntungan yang dihasilkan oleh booming AI juga mendorong karyawan Samsung untuk menuntut bagian yang lebih besar, dengan para pekerja mengancam akan melakukan pemogokan umum selama 18 hari pada akhir bulan ini.
Gempuran AI Tak Terbendung, tapi Bukan Berarti Enggak Ada Peluang
Perkembangan kecerdasan buatan (AI), digitalisasi layanan, serta meningkatnya tuntutan terhadap praktik 'sustainability' mengubah wajah industri 'hospitality'.
VIVA.co.id
6 Mei 2026

1 week ago
3











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555113/original/019639800_1776143107-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual__2_.jpeg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556554/original/020780300_1776253850-BPJS_Kesehatan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3301494/original/038090600_1605800346-Tips.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5030100/original/095728600_1732950329-ciri-ciri-urine-penderita-diabetes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457086/original/001907200_1766985704-mohammad-o-siddiqui-uXIx0Ss3b-c-unsplash.jpg)