VIVA – Ketua Harian Federasi Akuatik Indonesia, Harlin Rahardjo, menegaskan pentingnya pembinaan renang usia dini sebagai bagian dari roadmap besar olahraga akuatik Indonesia menuju Olimpiade 2032 dan visi Indonesia Emas 2045.
Pernyataan itu disampaikan Harlin dalam peluncuran Indonesia Short Course Emerging Series (ISCES) di Stadion Akuatik GBK, Jakarta, Senin 11 Mei 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Harlin menyebut Akuatik Indonesia telah menyusun roadmap pembinaan jangka panjang yang menargetkan peningkatan prestasi atlet Indonesia di level dunia, termasuk Olimpiade.
“Karena kita sudah menyusun suatu Roadmap Pembinaan Akuatik Indonesia ke Olimpiade 2032 dan juga menuju Indonesia Emas 2045. Di mana targetnya bukan hanya SEA Games, tapi kita berharap di Olimpiade 2032 minimal kita bisa masuk final,” ujar Harlin.
Menurutnya, target tersebut tidak dapat dicapai secara instan. Karena itu, pembinaan atlet harus dimulai sejak usia dini melalui sistem yang berkelanjutan dan terstruktur.
Harlin menjelaskan bahwa konsep Long Term Athlete Development (LTAD) menjadi dasar penting dalam pembinaan olahraga akuatik nasional. Ia menilai kompetisi kelompok umur seperti ISCES menjadi bagian penting dalam menciptakan regenerasi atlet.
“Pembinaan harus dimulai dengan pembinaan usia dini dan nanti berkelanjutan dalam Long Term Athlete Development atau LTAD. Jadi ini adalah bagian dari LTAD karena memang usia kelompok umur yang berpartisipasi itu sejak umur 11 tahun ke bawah,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa pembinaan atlet tidak boleh terhenti di satu fase saja, melainkan harus berlangsung secara terus-menerus hingga atlet mencapai level elite.
“Pembinaan itu tidak boleh berhenti dan terus berlangsung dari kelompok umur usia dini bahkan sampai nanti elit atlet ke depannya,” lanjut Harlin.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selain menyoroti pembinaan, Harlin menyebut olahraga akuatik memiliki potensi besar sebagai penyumbang medali Indonesia di berbagai ajang multi-event internasional. Menurutnya, jumlah medali yang diperebutkan di cabang renang sangat besar dan dapat menjadi peluang bagi Indonesia meningkatkan prestasi olahraga nasional.
“Jumlah medali emas yang diperebutkan saja sekarang sudah lebih dari 40. Itu belum termasuk cabang akuatik yang lain seperti loncat indah, polo air, open water swimming, dan artistic swimming,” ujarnya.
Halaman Selanjutnya
Harlin juga mengajak seluruh pihak untuk terus menggaungkan budaya berenang di tengah masyarakat Indonesia. Ia menilai renang bukan hanya olahraga prestasi, tetapi juga kemampuan dasar yang mesti dimiliki setiap individu.

2 days ago
4











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555113/original/019639800_1776143107-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual__2_.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556554/original/020780300_1776253850-BPJS_Kesehatan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3301494/original/038090600_1605800346-Tips.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5030100/original/095728600_1732950329-ciri-ciri-urine-penderita-diabetes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457086/original/001907200_1766985704-mohammad-o-siddiqui-uXIx0Ss3b-c-unsplash.jpg)