Alasan Emas Tetap Laris saat Krisis Ekonomi, Ini Rahasia di Baliknya

1 week ago 5

Selasa, 5 Mei 2026 - 00:03 WIB

Jakarta, VIVA – Ketika kondisi ekonomi global tidak menentu, banyak orang mulai mencari aset yang dianggap lebih aman untuk menjaga nilai kekayaan mereka. Salah satu instrumen yang hampir selalu muncul di setiap periode krisis adalah emas

Baik saat resesi, inflasi tinggi, maupun gejolak geopolitik, emas sering menjadi pilihan utama investor di seluruh dunia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Fenomena ini bukan hal baru. Sejak ratusan tahun lalu, emas sudah digunakan sebagai alat penyimpan nilai. Bahkan hingga saat ini, di tengah berkembangnya aset digital dan instrumen investasi modern, emas tetap memiliki tempat istimewa dalam portofolio banyak investor. 

Hal ini membuat emas sering disebut sebagai safe haven atau aset pelindung nilai ketika situasi ekonomi tidak stabil. Emas tidak hanya diminati oleh investor besar atau institusi keuangan, tetapi juga oleh masyarakat umum. 

Di banyak negara, emas bahkan dianggap sebagai bentuk tabungan jangka panjang yang lebih aman dibandingkan uang tunai. Lalu, apa sebenarnya alasan di balik kuatnya posisi emas dalam menghadapi krisis ekonomi? Berikut penjelasannya, sebagaimana dirangkum dari Investopedia, Selasa, 5 Mei 2026.

Alasan Emas Selalu Menjadi Andalan Saat Krisis Ekonomi

Berikut beberapa faktor utama yang membuat emas tetap menjadi pilihan favorit ketika kondisi ekonomi global bergejolak:

1. Emas tidak terpengaruh langsung oleh kebangkrutan atau risiko perusahaan

Berbeda dengan saham atau obligasi, emas tidak bergantung pada kinerja suatu perusahaan atau pemerintah. Nilainya tidak bisa jatuh karena perusahaan bangkrut atau laporan keuangan buruk. Hal ini membuat emas lebih stabil dalam jangka panjang, terutama saat pasar saham mengalami penurunan tajam.

2. Nilainya cenderung stabil saat inflasi meningkat

Salah satu alasan utama orang membeli emas adalah untuk melindungi nilai uang dari inflasi. Ketika harga barang naik, daya beli uang menurun. Namun, emas justru cenderung mempertahankan atau bahkan meningkatkan nilainya. Karena itu, banyak investor menggunakan emas sebagai alat lindung nilai terhadap inflasi yang tinggi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

3. Jumlahnya terbatas di alam

Emas merupakan sumber daya alam yang jumlahnya terbatas. Tidak seperti uang yang bisa dicetak oleh bank sentral, emas harus ditambang dari bumi dengan proses yang sulit dan mahal. Kelangkaan ini membuat emas memiliki nilai intrinsik yang kuat dan tidak mudah terdepresiasi secara tiba-tiba.

Halaman Selanjutnya

4. Diterima secara global

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |