Alasan Iran Susah Buka Selat Hormuz, Posisi Ranjau Laut yang Terpasang Hilang

5 hours ago 1

Minggu, 12 April 2026 - 21:00 WIB

Jakarta, VIVA – Pemerintah Iran belum mampu membuka kembali sepenuhnya Selat Hormuz yang strategis karena tidak dapat menemukan semua ranjau laut yang telah dipasang dan tidak memiliki kemampuan untuk menyingkirkannya.

Mengutip laporan pejabat AS, dikatakan bahwa situasi tersebut telah membatasi kemampuan Iran untuk mengizinkan lebih banyak lalu lintas kapal melalui jalur air tersebut, meskipun ada seruan dari pemerintah AS untuk memastikan jalur aman.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Iran memasang ranjau tersebut bulan lalu menggunakan kapal-kapal kecil, setelah pecahnya perang yang melibatkan AS dan Israel. Hal itu secara signifikan mengurangi lalu lintas kapal tanker, dan berkontribusi pada kenaikan harga energi global.

Meski Teheran telah menjaga agar koridor sempit itu tetap terbuka untuk kapal-kapal yang bersedia membayar tol, pejabat AS mengatakan bahwa rute aman tetap terbatas.

Sebagian karena beberapa ranjau mungkin telah hanyut atau tidak tercatat dengan benar saat dipasang.

Laporan tersebut mencatat, upaya menyingkirkan ranjau laut jauh lebih sulit daripada memasangnya, dan baik Iran maupun AS tidak memiliki kemampuan pembersihan ranjau yang cepat dan memadai.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan, selat itu akan tetap terbuka "dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis," sebuah pernyataan yang ditafsirkan oleh pejabat AS sebagai merujuk pada kesulitan dalam menemukan dan membersihkan ranjau.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Masalah itu diperkirakan akan menjadi bagian dari pembicaraan yang sedang berlangsung di Pakistan antara pejabat Iran dan delegasi AS, yang dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance.

Karena, pihak Washington telah mendorong pembukaan kembali Selat Hormuz tersebut secara "lengkap, segera, dan aman." (Ant).

Ilustrasi kapal Pertamina.

Nasib Kapal Pertamina di Selat Hormuz Belum Jelas, Dubes Iran untuk RI Buka Suara

Dubes Iran untuk RI, Mohammad Boroujerdi mengatakan kapal-kapal yang tertahan di Selat Hormuz masih negosiasi dengan otoritas Iran karena ketegangan di kawasan belum reda

img_title

VIVA.co.id

12 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |