Anindya Bakrie: Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen Bukti Keberhasilan Program Pemerintah

1 week ago 4

Rabu, 6 Mei 2026 - 15:16 WIB

Jakarta, VIVA – Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie mengatakan, pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61 persen di kuartal I-2026, adalah bukti bahwa berbagai program pemerintah mulai menunjukkan hasil nyata dalam mendorong aktivitas ekonomi.

“Kami mengapresiasi kinerja pemerintah. Program pemerintah yang diterapkan sejak awal 2025 mulai menunjukkan hasil tahun ini,” kata Anindya dalam keterangannya, Rabu, 6 Mei 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia menilai, capaian tersebut tidak terlepas dari percepatan belanja pemerintah sejak awal tahun, pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) yang masif, pembangunan 3 juta rumah, serta berjalannya berbagai program prioritas lain yang turut mendorong pertumbuhan.

Direktur Utama & CEO PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), Anindya Bakrie

Photo :

  • [tangkapan layar]

Selain itu, menurutnya aktivitas investasi yang mulai bergerak sejak awal tahun juga menjadi faktor penopang utama.

Di tengah kondisi global yang masih penuh tantangan, Anindya menyampaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen menjadi capaian yang patut diapresiasi. Angka ini bahkan tercatat sebagai yang tertinggi di antara negara anggota G20 pada periode yang sama.

“Ini adalah prestasi membanggakan,” ujar Anindya.

Dia juga melihat bahwa perbaikan ekonomi nasional mulai ditopang oleh kombinasi yang lebih seimbang antara konsumsi domestik, ekspor yang mulai terbuka, serta aliran investasi yang semakin meluas hingga ke daerah.

“Belakangan ini, kita berhasil membuka pasar ekspor baru. Walaupun baru mulai, sudah terlihat dampaknya, termasuk terhadap investasi yang masuk,” kata Anindya.

Menurutnya, tren investasi juga menunjukkan perkembangan positif, tidak hanya didominasi proyek besar, tetapi juga mulai mencakup investasi skala menengah yang berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi daerah.

“Ke depan tinggal bagaimana diskusi dengan pemerintah daerah agar investasi di daerah bisa ditingkatkan dan daerah ikut maju. Pertumbuhan ekonomi harus juga terjadi daerah,” ujar Anindya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia menambahkan, kinerja neraca perdagangan juga turut memperkuat optimisme ekonomi nasional, mengingat Indonesia mencatat surplus sebesar US$3,32 miliar pada Maret 2026 dan melanjutkan tren surplus selama 71 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Sementara itu, realisasi investasi pada kuartal I-2026 mencapai Rpb498,8 triliun, atau tumbuh 7,2 persen secara tahunan dengan sektor hilirisasi tetap menjadi kontributor utama. Karenanya, Anindya menegaskan pentingnya menjaga momentum tersebut, melalui penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah supaya pertumbuhan ekonomi merata.

Halaman Selanjutnya

“Pertumbuhan tidak boleh hanya terjadi di pusat. Daerah harus menjadi sumber pertumbuhan baru,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |