Jakarta, VIVA – Pemerintah mulai serius mendorong penggunaan energi alternatif untuk mengurangi ketergantungan impor LPG. Salah satu langkah yang kini disiapkan adalah pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) atau gas alam terkompresi sebagai pengganti LPG tabung 3 kilogram untuk rumah tangga.
Rencana tersebut disampaikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang menargetkan implementasi awal CNG mulai dilakukan tahun ini secara bertahap di kota-kota besar di Pulau Jawa.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selain dianggap lebih murah dari sisi subsidi, CNG juga dinilai memiliki pasokan bahan baku melimpah karena berasal dari gas alam domestik. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan pemerintah kini sedang mempersiapkan berbagai aspek teknis sebelum program berjalan.
“Tahun ini,” ujar Laode Sulaeman di Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026.
Apa Itu CNG?
Melansir dari MET, Kamis, 7 Mei 2026, CNG merupakan singkatan dari Compressed Natural Gas atau gas alam yang dimampatkan dengan tekanan tinggi. Bahan baku utamanya berasal dari gas alam yang mengandung metana, serta sejumlah unsur lain seperti nitrogen, karbon dioksida, propana, dan etana.
Secara sederhana, gas alam dikompresi hingga volumenya menyusut drastis sehingga lebih mudah disimpan dan didistribusikan. Setelah melalui proses kompresi, volume CNG hanya sekitar 1 persen dari ukuran gas aslinya.
Selama ini, CNG lebih dikenal sebagai bahan bakar kendaraan dan industri. Namun pemerintah kini mulai mengkaji pemanfaatannya untuk kebutuhan rumah tangga sebagai alternatif LPG.
Salah satu tantangan utama penggunaan CNG untuk rumah tangga adalah faktor keamanan tabung. Hal ini karena tekanan gas CNG jauh lebih tinggi dibandingkan LPG biasa. Laode menjelaskan, saat ini pemerintah sedang menyiapkan desain tabung khusus berukuran kecil untuk menyesuaikan karakteristik CNG.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurut dia, tekanan CNG mencapai sekitar 250 bar, sedangkan tekanan LPG berada di kisaran 5 hingga 10 bar. Perbedaan tekanan tersebut membuat desain tabung harus disesuaikan agar aman digunakan masyarakat.
“Lemigas (Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi) dalam setiap tahapan-tahapan uji tabung kami lakukan, kemudian uji tekanan, dan lain-lain. Ini memang faktor yang paling penting,” ucap Laode.
Halaman Selanjutnya
Selain menyiapkan tabung, pemerintah juga tengah merancang sistem distribusi CNG untuk rumah tangga. “Nantinya, CNG untuk rumah tangga akan diterapkan di kota-kota besar pulau Jawa terlebih dahulu, sebelum serentak di seluruh Indonesia,” kata Laode.

1 week ago
4











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555113/original/019639800_1776143107-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual__2_.jpeg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556554/original/020780300_1776253850-BPJS_Kesehatan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3301494/original/038090600_1605800346-Tips.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5030100/original/095728600_1732950329-ciri-ciri-urine-penderita-diabetes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457086/original/001907200_1766985704-mohammad-o-siddiqui-uXIx0Ss3b-c-unsplash.jpg)