Jakarta, VIVA – Penggunaan galon guna ulang menjadi perhatian setelah muncul pembahasan mengenai usia pakai dan kondisi material kemasannya. Sejumlah pihak menilai masih banyak konsumen yang belum memahami bahwa kualitas galon dapat berubah seiring pemakaian dalam jangka panjang.
Galon guna ulang umumnya dibuat dari bahan polikarbonat yang dikenal kuat dan tahan benturan. Material ini dipilih karena mampu digunakan berkali-kali, namun secara ilmiah tetap dapat mengalami penurunan kualitas akibat usia, paparan panas, hingga proses pencucian berulang.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Perubahan kondisi biasanya terlihat dari permukaan galon yang mulai kusam, muncul goresan, atau retak halus. Dalam beberapa kasus, kondisi fisik tersebut memunculkan kekhawatiran terkait keamanan material ketika digunakan terus-menerus.
Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) menyebut sebagian besar laporan yang diterima berkaitan dengan galon berusia lama yang masih beredar di masyarakat. Temuan itu diperoleh dari pengaduan konsumen di sejumlah kota selama Maret hingga April 2026.
Ketua KKI, David Tobing, mengatakan banyak konsumen belum mengetahui adanya batas usia penggunaan galon guna ulang. Menurut dia, informasi mengenai masa pakai juga belum tercantum secara jelas pada kemasan.
“Di galon itu enggak ada berapa lama masa pakainya, yang tertera hanya kode produksi. Nah inilah yang saya katakan sebagai kekosongan regulasi masa pakai,” ujarnya, dikutip Senin 11 Mei 2026.
Dalam dunia sains material, polikarbonat juga dikenal mengandung senyawa Bisphenol-A atau BPA. Senyawa tersebut dapat mengalami peluruhan dalam kondisi tertentu, seperti paparan suhu tinggi, sinar matahari langsung, atau kerusakan pada permukaan material.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
KKI menyebut sejumlah laporan yang diterima menunjukkan kondisi fisik galon yang sudah kusam, berlumut, hingga retak. Kondisi tersebut dinilai lebih sering ditemukan pada galon dengan usia penggunaan lebih lama.
“Semakin tua usia galon semakin beragam jenis keluhannya. Masalah fisik, kotor, kusam, dan retak. Nah ini mendominasi laporan konsumen,” kata David.
Galon Guna Ulang Berusia Lama Ancam Kesehatan: Waspadai Risiko Paparan BPA
Isu kesehatan kembali mencuat terkait penggunaan galon guna ulang berusia lama atau yang kerap disebut “Ganula”. Di tengah tingginya konsumsi air minum dalam kemasan.
VIVA.co.id
1 Mei 2026

2 days ago
3











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555113/original/019639800_1776143107-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual__2_.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556554/original/020780300_1776253850-BPJS_Kesehatan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3301494/original/038090600_1605800346-Tips.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5030100/original/095728600_1732950329-ciri-ciri-urine-penderita-diabetes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457086/original/001907200_1766985704-mohammad-o-siddiqui-uXIx0Ss3b-c-unsplash.jpg)