Arab Saudi dan Kuwait Buka Akses Pangkalan Militer untuk Operasi AS di Selat Hormuz

6 days ago 4

Jumat, 8 Mei 2026 - 09:54 WIB

VIVA – Arab Saudi dan Kuwait mencabut pembatasan penggunaan pangkalan dan wilayah udara mereka oleh militer AS yang diberlakukan setelah peluncuran operasi AS untuk membuka kembali Selat Hormuz, demikian laporan Wall Street Journal mengutip pejabat AS dan Saudi. 

Langkah ini dinilai menjadi jalan mulus bagi Presiden Donald Trump untuk mengamankan jalur pelayaran komersial melalui jalur air yang sangat penting secara strategis di tengah meningkatnya ketegangan yang melibatkan Iran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wall Street Journal melaporkan pada hari Kamis, 7 Mei 2026, bahwa pemerintahan Trump sedang bersiap untuk memulai kembali operasi Project Freedom, yakni pengawalan angkatan laut untuk kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz dengan dukungan angkatan laut dan udara AS.

Misi tersebut dilaporkan telah dihentikan sementara awal pekan ini setelah beroperasi selama 36 jam.

Laporan itu menambahkan bahwa para perencana Pentagon saat ini sedang menilai jadwal untuk melanjutkan operasi tersebut, dengan beberapa pejabat AS mengindikasikan bahwa aktivitas dapat dimulai kembali paling cepat pekan ini, mengutip pejabat AS.

Langkah ini menghilangkan hambatan signifikan bagi upaya Presiden Donald Trump untuk mengamankan jalur pelayaran komersial melalui jalur air yang sangat penting secara strategis di tengah meningkatnya ketegangan yang melibatkan Iran.

Ketegangan regional meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, memicu pembalasan dari Teheran terhadap Israel serta sekutu Amerika di Teluk, bersamaan dengan penutupan Selat Hormuz.

Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, tetapi pembicaraan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan yang langgeng. Gencatan senjata kemudian diperpanjang oleh Trump tanpa batas waktu yang ditetapkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

AS telah memberlakukan blokade angkatan laut yang menargetkan lalu lintas maritim Iran di selat tersebut sejak 13 April.

Trump mengumumkan pada hari Selasa bahwa militer AS akan untuk sementara menghentikan "Project Freedom" untuk memulihkan kebebasan navigasi bagi pelayaran komersial melalui Selat Hormuz, dan mengatakan blokade Amerika akan tetap "berlaku penuh."

Presiden AS, Donald Trump

Respons Santai Trump Usai Iran dan AS Saling Serang: Itu Cuma Sentilan Kecil

Amerika Serikat dan Iran saling melancarkan serangan pada Kamis 7 Mei waktu setempat di tengah masa gencatan senjata. Serangan ini juga ditanggapi santai Donald Trump

img_title

VIVA.co.id

8 Mei 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |