Jakarta, VIVA – Isu dugaan pelecehan seksual yang menyeret nama Syekh Ahmad Al Misry terus menuai perhatian publik. Di tengah derasnya arus informasi dan opini di media sosial, Ustaz Derry Sulaiman turut angkat bicara melalui unggahan terbarunya di Instagram.
Meski tidak menyebut nama dan konteks secara langsung, banyak netizen menduga pernyataannya berkaitan dengan kasus yang sedang viral tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam unggahannya, Ustaz Derry Sulaiman menyoroti pentingnya menjaga etika dalam bermedia sosial. Ia mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam menyampaikan maupun menyebarkan informasi, terutama yang menyangkut aib seseorang.
Menurutnya, membicarakan keburukan orang lain bukanlah perkara sepele, melainkan memiliki konsekuensi moral dan dosa yang besar dalam ajaran Islam.
"Membicarakan dosanya orang itu, dosanya lebih besar daripada dosa orang itu. Kalau kenyataan itu namanya ghibah, kalau tidak kenyataan itu namanya fitnah," kata Ustaz Derry Sulaiman, mengutip video di Instagramnya, Kamis 23 April 2026.
Tak hanya itu, ia juga menyinggung maraknya penyebaran informasi palsu atau hoaks yang kerap dibuat demi mengejar popularitas dan jumlah penonton.
Dalam konteks ini, Ustaz Derry Sulaiman mengajak masyarakat untuk lebih bijak dan tidak mudah terprovokasi oleh konten yang belum jelas kebenarannya. Ia menekankan pentingnya melakukan tabayyun atau klarifikasi sebelum mempercayai dan menyebarkan suatu kabar.
Terkait kasus hukum yang tengah ramai diperbincangkan, Ustaz Derry Sulaiman menegaskan bahwa Indonesia adalah negara hukum. Oleh karena itu, ia meminta publik untuk menahan diri dan tidak terburu-buru menghakimi seseorang sebelum ada keputusan resmi dari pengadilan.
"Siapa pun yang dilaporkan, baik itu korupsi maupun pelecehan seksual, memerlukan persidangan untuk membuktikan orang itu bersalah. Kita sabar menunggu keputusan hakim," ucapnya.
Pernyataan tersebut memicu beragam reaksi dari netizen. Sebagian pihak menilai pesan Ustaz Derry Sulaiman sebagai pengingat penting agar masyarakat tidak terjebak dalam budaya menghakimi tanpa dasar yang jelas.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Namun, tidak sedikit pula yang mengkritik sikap tersebut, terutama dalam konteks kasus dugaan pelecehan seksual yang dianggap membutuhkan keberpihakan pada korban.
Sementara itu, kasus yang menjerat Syekh Ahmad Al Misry sendiri masih menjadi sorotan. Ia diduga melakukan tindakan tidak pantas terhadap sejumlah santri dengan modus iming-iming pendidikan ke Mesir. Bahkan, tudingan tersebut semakin serius setelah muncul klaim bahwa pelaku mencatut nama tokoh-tokoh besar dalam Islam untuk memuluskan aksinya.
Halaman Selanjutnya
Meski demikian, Syekh Ahmad telah membantah seluruh tuduhan tersebut melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagram pribadinya. Ia menyatakan bahwa dirinya tidak melakukan perbuatan sebagaimana yang dituduhkan. Saat ini, ia diketahui berada di Mesir untuk mendampingi sang ibu yang sedang menjalani pengobatan.

2 hours ago
2










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4987672/original/009020900_1730452009-sedang_1710678735IMG-20240317-WA0016.jpg)
















