Bekasi, VIVA – Misteri kematian tragis seorang balita berusia 2,5 tahun di sebuah kontrakan kawasan Jatirangga, Jatisampurna, Kota Bekasi, mulai terkuak.
Polisi kini mendalami keterlibatan seorang remaja berinisial G (18), yang merupakan om korban dan ditemukan bersimbah darah di lokasi kejadian.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Peristiwa mengerikan itu terjadi pada Rabu malam, 27 Mei 2026. Korban balita berinisial A ditemukan tewas mengenaskan di dalam kamar kontrakan dengan luka tusuk dan sayatan di sekujur tubuh.
Sementara itu, G ditemukan masih hidup dalam kondisi luka parah akibat benda tajam dan kini menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Bekasi Kota, Komisaris Polisi Andi Muhammad Iqbal mengatakan, polisi pertama kali menerima laporan dugaan pembunuhan sekitar pukul 22.00 WIB.
Saat petugas tiba di lokasi bersama anggota Polsek Jatisampurna, dua korban ditemukan tergeletak bersimbah darah di dalam kontrakan sempit tersebut.
“Di dalam kontrakan ada dua korban. Pertama anak umur kurang lebih 2,5 tahun. Kondisinya meninggal dunia dan sangat mengenaskan,” kata Iqbal kepada wartawan, Kamis, 28 Mei 2026.
Menurut dia, kondisi balita itu sangat memprihatinkan. Polisi menemukan banyak luka tusuk dan sayatan di tubuh korban, mulai dari kepala hingga selangkangan.
“Banyak, di kepala, wajah, badan, sampai selangkangan. Pipinya juga diiris sampai terbuka mulutnya,” kata dia.
Iqbal menyebut jumlah luka yang ditemukan diduga lebih dari 10 tusukan dan irisan. Sementara itu, G ditemukan di kamar yang sama dengan luka tusuk di bagian dada dan luka sayatan di kedua pipinya.
“Korban yang satunya ada luka sayatan di pipi sampai ke mulut, ada luka tusuk juga di dada,” ujar dia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dari hasil penyelidikan sementara, balita A diketahui tinggal bersama neneknya berinisial M (60) dan G di kontrakan tersebut. Sejak usia dua minggu, korban memang diasuh oleh neneknya karena kedua orang tuanya berada di Yogyakarta.
“Memang sehari-harinya dititip. Semenjak dua minggu setelah dilahirkan, yang merawat neneknya. Dari keterangan nenek, orang tuanya ada di Jogja. Sampai sekarang yang bersangkutan belum muncul,” tutur dia.
Halaman Selanjutnya
Saat kejadian, sang nenek diketahui tengah berjualan mencari nafkah. Ketika pulang ke kontrakan pada malam hari, ia mendapati cucu dan anaknya sudah bersimbah darah di dalam kamar.

22 hours ago
2














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3432220/original/050867700_1618724332-hush-naidoo-yo01Z-9HQAw-unsplash.jpg)

![[Kolom Pakar] Dokter Ray Wagiu Basrowi: Peran Ganda Ibu Pekerja di Indonesia](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/4PDT82S2e8pRy0jVWbBaEYUDJaA=/1200x675/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508439/original/026909700_1771575367-dokter_dan_peneliti_kedokteran_komunitas__Dr._dr._Ray_Wagiu_Basrowi__MKK__FRSPH_.jpeg)