Jakarta, VIVA – Fenomena game bertema kekerasan ekstrem dan penyiksaan kembali menjadi sorotan dalam dunia psikologi digital. Sejumlah penelitian internasional menunjukkan bahwa paparan berulang terhadap konten kekerasan dalam video game dapat memengaruhi kondisi emosional, empati, hingga respons sosial pemain dalam jangka pendek maupun panjang.
Salah satu studi yang dipublikasikan dalam Journal of Applied Social Psychology, dikutip VIVA Rabu, 24 Juni 2026, menemukan bahwa pemain yang terpapar game dengan unsur kekerasan cenderung mengalami penurunan respons emosional (emotional desensitization) setelah bermain.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ilustrasi game utama / gamer
Hal ini ditandai dengan berkurangnya reaksi fisiologis saat melihat gambar atau situasi sosial yang emosional, yang mengindikasikan adanya perubahan pada sensitivitas empati seseorang.
Penelitian lain dari Bartholow, Sestir, dan Davis juga menunjukkan bahwa paparan video game violent memiliki korelasi dengan peningkatan perilaku agresif serta penurunan empati, meskipun efeknya dapat berbeda tergantung intensitas paparan dan karakter individu pemain.
Studi neurosains yang diterbitkan oleh Springer Nature bahkan menemukan bahwa paparan game dengan unsur kekerasan dapat mengurangi aktivitas pada area otak yang berkaitan dengan pemrosesan emosi sosial, seperti sistem limbik. Temuan ini mengarah pada kemungkinan adanya penurunan respons emosional terhadap situasi sosial setelah bermain game bertema kekerasan.
Dampak Psikologis
Para peneliti menegaskan bahwa dampak game kekerasan tidak bersifat mutlak atau sama pada setiap individu. Faktor seperti kepribadian, lingkungan sosial, durasi bermain, serta konteks permainan memiliki peran penting dalam menentukan efek psikologis yang muncul.
Dalam beberapa studi eksperimental, efek yang ditemukan cenderung kecil hingga moderat, namun tetap signifikan dalam aspek seperti peningkatan agresi verbal, perubahan suasana hati, hingga penurunan sensitivitas terhadap kekerasan.
Risiko Desensitisasi Emosi
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Salah satu perhatian utama para psikolog adalah fenomena desensitisasi, yaitu kondisi ketika seseorang menjadi kurang sensitif terhadap kekerasan akibat paparan berulang. Dalam jangka panjang, kondisi ini dikhawatirkan dapat memengaruhi cara individu merespons konflik sosial di dunia nyata.
Meski demikian, beberapa penelitian juga menunjukkan hasil yang bervariasi, dan tidak semua studi menemukan hubungan kuat antara game kekerasan dengan perilaku agresif dalam kehidupan nyata. Hal ini menunjukkan bahwa isu ini masih menjadi perdebatan ilmiah yang terus berkembang.

3 hours ago
1










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7085644/original/043419200_1779866458-0f176e17-f5af-45dd-becb-4bf70012ed3b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7030163/original/022205500_1779804922-c02ebcc3-6f2d-4b77-b8b7-53a65d092b74.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3426394/original/026891500_1618208519-colorful-soda-drinks-macro-shot_53876-18225.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7178789/original/095628200_1779973255-1.jpg)