Jakarta, VIVA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa memastikan, Satgas Percepatan Program Strategis Pemerintah (P2SP) akan memfasilitasi hambatan usaha (debottlenecking) secara efektif, dengan melibatkan para pemangku kepentingan dari berbagai Kementerian/Lembaga (K/L).
Hal itu disampaikannya di hadapan para investor yang hadir dalam acara 'International Seminar on Debottlenrcking Channel', yang digelar di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Purbaya bahkan menjamin tiap K/L akan bergerak dengan cepat membantu penyelesaian hambatan usaha, dengan kewenangan Kemenkeu yang bisa memberikan sanksi pemotongan anggaran jika K/L tidak bekerja secara efisien.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa
Bahkan, Purbaya menegaskan bahwa hal serupa juga berlaku bagi pemerintah daerah (Pemda), yang terlibat sebagai pemangku kepentingan dalam persoalan pelaku usaha.
“Mungkin mereka belum tahu gugus tugas ini seperti apa, kerja dan hasilnya seperti apa. Saya yakin ke depan kalau mereka sudah merasakan manfaat dari gugus tugas ini, mereka akan mempromosikan bahwa investasi di Indonesia akan lebih mudah dari sebelumnya,” kata Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026.
Karenanya, demi memperkenalkan Satgas P2SP secara luas di kalangan investor global, Kemenkeu pun turut menggandeng Kementerian Luar Negeri. Purbaya berharap, sinergi dengan Kemenlu ini dapat mendorong lebih banyak investor global untuk masuk ke Indonesia.
“Kerja sama dengan Kemenlu amat penting sekali untuk menyebarkan ini ke kedutaan kita di seluruh dunia, sehingga investor yang mau masuk ke sini tahu harus ke mana kalau mereka mendapatkan hambatan ketika melakukan bisnis di sini,” ujar Purbaya.
Satgas debottlenecking sendiri telah beroperasi mengatasi hambatan bisnis bagi perusahaan domestik sejak Desember 2025. Namun, Purbaya merasa bahwa para investor global belum mendapatkan informasi mengenai kehadiran kanal aduan tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Karenanya melalui acara ini, Purbaya berharap ke depannya para investor global sudah tahu kemana mereka harus mengadukan masalah hambatan bisnis yang mereka temui saat ingin berinvestasi di Tanah Air.
“Salah satu (investor) dari Swiss bertanya, kalau mau mengadu ke mana. Padahal kami pikir kita sudah terkenal, rupanya enggak. Jadi saya bilang ke mereka, nanti kami kasih informasi website mana yang mereka bisa taruh pengaduan mereka,” ujarnya.
Nintendo Resmi Ubah Nama Layanan Digitalnya
Nintendo resmi mengganti nama My Nintendo Store menjadi Nintendo Store mulai Mei 2026. Perubahan ini disebut untuk menyatukan branding layanan digital global.
VIVA.co.id
12 Mei 2026

1 day ago
1











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555113/original/019639800_1776143107-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual__2_.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556554/original/020780300_1776253850-BPJS_Kesehatan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3301494/original/038090600_1605800346-Tips.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5030100/original/095728600_1732950329-ciri-ciri-urine-penderita-diabetes.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457086/original/001907200_1766985704-mohammad-o-siddiqui-uXIx0Ss3b-c-unsplash.jpg)