Baru Beli Motor? Hindari Kesalahan Perawatan yang Bisa Bikin Mesin Cepat Rusak

1 day ago 3

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:00 WIB

Jakarta, VIVA – Memiliki motor baru tentu menjadi hal menyenangkan. Performa mesin masih halus, tarikan terasa ringan, dan tampilannya pun masih kinclong. Namun banyak pemilik kendaraan yang justru melakukan kesalahan perawatan di masa awal pemakaian tanpa disadari. Akibatnya, kondisi mesin bisa lebih cepat menurun meski usia motor masih tergolong baru.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Padahal, perawatan pada periode awal penggunaan sangat penting untuk menjaga umur mesin tetap panjang dan performa motor tetap optimal. Berikut beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari setelah membeli motor baru.

1. Jarang Ganti Oli Mesin

Kesalahan paling umum adalah menunda penggantian oli. Banyak pengguna menganggap oli bawaan pabrik bisa dipakai terlalu lama karena motor masih baru.

Padahal, oli pertama justru penting diganti sesuai jadwal karena selama masa awal penggunaan akan muncul serpihan halus dari proses penyesuaian komponen mesin. Jika dibiarkan terlalu lama, pelumasan bisa menurun dan mempercepat keausan mesin.

Sebagian besar pabrikan biasanya menyarankan penggantian oli pertama di kisaran 500–1.000 kilometer.

2. Mesin Langsung Dipaksa Kerja Berat

Motor baru membutuhkan masa penyesuaian atau break-in. Pada tahap ini, komponen internal mesin masih saling menyesuaikan permukaan geseknya.

Karena itu, hindari langsung memacu motor dengan kecepatan tinggi atau membawa beban berlebihan dalam beberapa ratus kilometer pertama. Penggunaan agresif sejak awal bisa membuat komponen mesin cepat aus dan menurunkan usia pakai.

3. Memanaskan Motor Terlalu Lama

Masih banyak pengguna yang membiarkan motor menyala terlalu lama saat dipanaskan. Untuk motor injeksi modern, kebiasaan ini sebenarnya sudah tidak terlalu diperlukan.

Memanaskan motor cukup dilakukan sekitar 30 detik hingga 2 menit agar oli bersirkulasi dengan baik. Jika terlalu lama, bahan bakar justru terbuang percuma dan mesin bisa mengalami penumpukan karbon lebih cepat.

4. Sering Kehabisan Bensin

Ilustrasi SPBU Pertamina

Photo :

  • VIVA/Mohammad Yudha Prasetya

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tangki bensin yang terlalu sering kosong dapat memengaruhi performa sistem bahan bakar, terutama pada motor injeksi.

Pompa bensin pada motor modern umumnya berada di dalam tangki dan membutuhkan bahan bakar untuk membantu menjaga suhu tetap stabil. Jika motor sering dipakai dalam kondisi bensin hampir habis, pompa bahan bakar berisiko lebih cepat panas dan rusak.

Halaman Selanjutnya

5. Abaikan Tekanan Angin Ban

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |