Bertentangan dengan Klaim Trump, China Disebut Bersiap Kirim Sistem Pertahanan Udara ke Iran

2 hours ago 1

Kamis, 16 April 2026 - 06:20 WIB

VIVA – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dalam unggahannya di media sosial Truth menyebut bahwa China senang karena ia membuka secara permanen Selat Hormuz. Tak hanya itu saja, dalam unggahan tersebut Trump juga mengklaim bahwa China sudah sepakat dengan AS untuk tidak memasok senjata ke Iran.

“China sangat senang karena saya membuka Selat Hormuz secara permanen. Saya melakukan ini untuk mereka juga dan untuk dunia. Situasi seperti ini tidak akan terjadi lagi. Mereka sudah sepakat tidak akan mengirim senjata ke Iran,” tulis Trump dikutip dari laman NDTV, Kamis 16 April 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun klaim Trump di unggahannya itu ternyata berbanding terbalik dengan laporan terbaru dari beberapa media. Sebut saja portal berita CNN Internasional melapokan bahwa Beijing tengah bersiap mengirim sistem pertahanan udara ke Tehran. Sementara itu Financial Times mengungkap bahwa Iran memanfaatkan satelit mata-mata milik China untuk melacak dan menargetkan pangkalan militer AS.

Meski demikian, Kementerian Luar Negeri China dalam beberapa hari terakhir berulang kali membantah bahwa negaranya memberikan dukungan militer apa pun kepada Iran.

China Kecam Tindakan Blokade AS

Pada Selasa, China menuduh Amerika Serikat bertindak berbahaya dan tidak bertanggung jawab terkait blokade terhadap pelabuhan Iran. Xi Jinping menegaskan bahwa Beijing akan memainkan peran konstruktif dalam mendorong perdamaian di Timur Tengah.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, mengatakan bahwa peningkatan pengerahan militer dan tindakan blokade oleh AS justru memperburuk ketegangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Langkah tersebut hanya akan memperparah situasi dan melemahkan kesepakatan gencatan senjata yang sudah rapuh, serta membahayakan keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Ini adalah perilaku yang berbahaya dan tidak bertanggung jawab,” kata dia dalam konferensi pers baru-baru ini.

Sementara itu, Trump dijadwalkan melakukan kunjungan kenegaraan ke China pada 14–15 Mei, sementara Xi akan melakukan kunjungan balasan ke Washington di waktu berikutnya. Kunjungan terakhir Trump ke China terjadi pada 2017, yang menjadi kunjungan terbaru presiden AS ke negara tersebut. Pertemuan ini juga akan menjadi tatap muka pertama keduanya sejak pertemuan di Korea Selatan pada Oktober lalu, di mana mereka sepakat untuk meredakan ketegangan perdagangan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |