Bikin Geram! Trump Pamer Berhasil Habisi Militer Iran di Depan Anak-anak

1 week ago 4

Kamis, 7 Mei 2026 - 08:00 WIB

VIVA –Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mendapat kritik keras usai pernyataannya di hadapan sejumlah anak-anak dalam sebuah acara penandatangan di Oval Office Gedung Putih Selasa 5 Mei lalu. 

Dalam momen itu, Trump sempat membahas senjata dan kekerasan di depan anak-anak yang masih di bawah umur. Insiden ini terjadi tak lama setelah jurnalis dari The Daily Signal, Elizabeth Troutman Mitchell menyinggung soal wawancara terbaru yang menyebut Donald Trump pernah mempersenjatai rakyat Iran agar bisa membantu mereka melawan pemerintahnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat itu Trump tak menjawab secara jelas apakah AS benar-benar melakukan hal itu. Dia justru mengalihkan pembicaraannya ke topik lain yakni terkait sedikitnya kepemilikan senjata di Iran.

"Jadi bisa saja ada 200 ribu orang yang berdemo tapi hanya lima atau enam orang yang punya senjata. Dan Ketika mereka mulai menembak tepat di antara mata, lalu Anda melihat satu orang jatuh kemudiann orang lain jatuh sementara kalian tidak punya senjata," kata Trump dikutip dari laman AOL, Kamis 7 Mei 2026. 

Saat menyampaikan pernyataan tersebut di depan wartawan di Oval Office, sang presiden menggambarkan situasi tersebut cukup detail dan bernada keras. Di saat yang bersamaan beberapa anak-anak yang belum cukup umur terlihat berdiri di sekelilingnya, mendengarkan tentang kekerasan dan senjata. 

Sebagai informasi, anak-anak tersebut berada di dekat Trump dalam rangka sesi foto bersama dalam rangka penandatanganan perintah eksklusif untuk menghidupkan Kembali Tes Kebugaran Presiden di sekolah-sekolah umum.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Mereka pernah punya kerumuman 250 ribu orang ada penembak jitu, sekitar empat atau lima sniper di gedung-gedung tinggi dan Anda berdiri di sana, lalu tiba-tiba orang di sebelah kiri Anda jaatuh.. Anda pernah punya 200 ribu perempuan yang berdemo setahun lalu dan semua orang mengira itu akan jadi akhir dari Iran. Lalu tiba-tiba seorang perempuan jatuh meninggal tertembak tepat di sana," kata Trump sambil menunjuk ke bagian tengah dahinya, menggambarkan lokasi masuknya peluru.

"Kemudian perempuan lain juga jatuh, lalu kabar menyebar, panik terjadi, dan mereka pun berlarian. Jadi saya tidak ingin hal seperti itu terjadi," sambung Trump.

Halaman Selanjutnya

Ucapan Trump dalam acara itu juga menyinggung soal mengakhiri perang dan 'orang gila' yang memiliki senjata nuklir menuai reaksi keras di media sosial, terutama karena disampaikan di hadapan anak-anak. Seorang kritikus menyebutnya sebagai tindakan yang sama sekali tidak bertanggung jawab.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |