Jakarta, VIVA – Nama Aurelie Moeremans kembali menjadi perbincangan publik setelah buku autobiografinya berjudul Broken Strings viral di media sosial. Karya tersebut memuat kisah kelam yang pernah dialami Aurelie saat masih berusia 15 tahun, ketika dirinya menjadi korban child grooming oleh seorang aktor yang usianya terpaut jauh lebih tua.
Dalam pengakuannya, Aurelie tidak hanya mengalami manipulasi emosional, tetapi juga kekerasan seksual yang meninggalkan trauma mendalam. Scroll lebih lanjut yuk!
Sejak buku itu beredar luas, banyak pembaca yang mengaku tersentuh oleh keberanian Aurelie dalam mengungkap pengalaman pahitnya.
Perjalanan panjang yang ia tempuh untuk menyelamatkan diri serta upayanya mencari keadilan dinilai menjadi inspirasi bagi para penyintas kekerasan serupa.
Dalam Broken Strings, Aurelie juga mengungkap bahwa dirinya pernah mencoba melapor kepada pihak berwajib. Namun, keterbatasan bukti membuat proses tersebut terhenti dan menimbulkan rasa putus asa.
Situasi tersebut kini mulai berubah. Setelah buku itu dirilis, Aurelie mengungkap bahwa dirinya memperoleh fakta baru berupa bukti tambahan yang berpotensi memperkuat langkah hukum.
Ia mengungkapkan pengalaman masa lalunya saat hendak menempuh jalur hukum melalui kanal YouTube pribadinya.
"Ngomong-ngomong soal jalur hukum, sebenarnya kan dulu aku pernah mau proses ya sama orang tua aku. Tapi memang kata seseorang bukti aku tuh gak cukup, gak cukup kuat gitu karena gak ada video dan lain-lain," kata Aurelie Moeremans, dikutip Senin 26 Januari 2026.
Perempuan berdarah Belgia tersebut menyebut, setelah buku itu terbit, sejumlah orang tiba-tiba menghubunginya dan memberikan berbagai informasi serta bukti terkait dugaan perlakuan buruk yang dilakukan oleh pelaku di masa lalu.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana kekuatan publik dan warganet dapat membantu mengungkap fakta-fakta yang sebelumnya tersembunyi.
"Nah, ngomong-ngomong soal bukti kurang kuat, semenjak buku aku keluar ada beberapa orang yang kontak aku dan kasih aku bukti-bukti yang tadinya aku gak punya," ungkapnya.
Sebagai istri Tyler Bigenho, Aurelie menilai kemunculan bukti tersebut bukanlah kebetulan semata. Ia memaknainya sebagai isyarat bahwa keadilan patut diperjuangkan.
Halaman Selanjutnya
Meski awalnya hanya ingin berdamai dengan masa lalu dan meningkatkan kesadaran publik tentang bahaya child grooming, kini ia mulai mempertimbangkan langkah yang lebih serius.

4 weeks ago
14










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483201/original/035595200_1769341364-WhatsApp_Image_2026-01-25_at_17.53.37.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483119/original/012006700_1769331674-WhatsApp_Image_2026-01-25_at_15.28.21.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5488987/original/040536100_1769773426-Nobel.jpeg)