Jakarta, VIVA – Perjalanan spiritual setiap insan kerap hadir melalui jalan yang tak terduga. Hal itulah yang dialami Sherly, seorang perempuan muda yang pernah terjerumus dalam kehidupan kelam sebelum akhirnya menemukan ketenangan dalam pelukan Islam.
Kisahnya menjadi pengingat bahwa hidayah bisa datang melalui keteladanan sederhana dan kepedulian tulus dari sesama. Scroll lebih lanjut yuk!
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sejak usia 16 tahun, hidup Sherly berubah drastis. Perceraian orang tuanya membuat kondisi emosionalnya terguncang. Ia mengaku sulit menerima keadaan tersebut hingga perlahan kehilangan arah.
Rasa marah, kecewa, dan kesedihan menumpuk tanpa saluran yang sehat. Dalam kondisi itu, ia sempat terjerumus pada kebiasaan mengonsumsi alkohol secara berlebihan.
"Saya sangat marah tentang semuanya dan saya menyalahkan diri saya,” kata dia dikutip dari tayangan YouTube Ummu TV, Selasa 24 Februari 2026.
Di usia yang sama, Sherly memutuskan untuk bekerja. Lingkungan kerjanya mempertemukannya dengan sejumlah muslimah. Interaksi sehari-hari bersama rekan-rekan Muslim itu menjadi titik awal ketertarikannya pada Islam.
Ia merasakan perhatian dan kepedulian yang berbeda, terutama ketika bulan Ramadhan tiba. Baginya, sikap empati dan dukungan yang ia terima terasa tulus dan menenangkan.
“Sampai saya masuk universitas di mana saya banyak bertemu orang baru dan beberapa dari mereka adalah muslim yang membuat saya tertarik kepada Islam,” katanya.
Meski demikian, perjalanan Sherly tidak berjalan mulus. Saat memasuki bangku kuliah, ia masih bergumul dengan kebiasaan lamanya. Ia kerap mabuk dan menyadari bahwa perilaku tersebut justru memperburuk kondisi mentalnya.
Ia didiagnosis mengalami kecemasan serta depresi berlebihan. Di tengah keputusasaan, seorang teman menyarankannya mempelajari Islam. Awalnya, ia menolak karena merasa hatinya masih diliputi konflik.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Seiring waktu, dorongan untuk mencari jawaban semakin kuat. Sherly mulai membaca terjemahan Al-Qur’an secara digital. Tanpa ia sadari, proses itu perlahan menenangkan batinnya. Ia menemukan ajaran yang menjelaskan makna hidup dan asal-usul manusia.
“Dengan Islam saya bisa mengambil hidup saya kembali dan mengetahui asal usul segalanya. Hingga suatu hari sebelum saya kembali ke kampus di tahun baru, saya menghubungi teman saya dan mengatakan padanya bahwa saya serius untuk memeluk agama Islam dan bilang saya mau masuk Islam,” kata dia.
Halaman Selanjutnya
Keputusan tersebut sempat mengejutkan orang-orang di sekitarnya. Namun ia merasa menemukan sesuatu yang tak pernah ia rasakan sebelumnya.

5 hours ago
2










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483201/original/035595200_1769341364-WhatsApp_Image_2026-01-25_at_17.53.37.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483119/original/012006700_1769331674-WhatsApp_Image_2026-01-25_at_15.28.21.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5488987/original/040536100_1769773426-Nobel.jpeg)
