Dua WNA Positif Campak Usai Bepergian dari RI, Kemenkes Perkuat Deteksi Dini dan Cakupan Imunisasi Campak

2 weeks ago 13

Kamis, 26 Februari 2026 - 14:00 WIB

Jakarta, VIVA – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) merespon notifikasi Internasional Health Regulation atau IHR dari Otoritas Kesehatan Australia terkait kasus campak pada dua warga negara asing yang memiliki riwayat perjalanan dari Indonesia pada Februari 2026.

Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes RI, Andi Saguni, mengungkap berdasarkan informasi yang diterima kasus pertama merupakan perempuan berusia 18 tahun sementara kasus kedua merupakan anak perempuan berusia 6 tahun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

”Berdasarkan informasi yang diterima kasus pertama merupakan perempuan usia 18 tahun dengan riwayat vaksinasi MMR lengkap pada tahun 2009 dan 2012. Yang bersangkutan melakukan perjalanan menggunakan  Batik Air rute Jakarta-Perth pada tanggal 7-8 Februari 2026. Gejala ruam muncul pada tanggal 8 Februari di Perth dan hasil PCR dinyatakan positif,” kata dia seperti dikutip dari Instagram resmi Kemenkes, Kamis 26 Februari 2026.

Sementara untuk aksus kedua pada anak berusia 6 tahun diketahui tidak memiliki riwayat imunisasi campak. Anak tersebut diketahui melakukan perjalanan dari Jakarta- Sydney pada tanggal 17 Februari lalu.

”Kasus kedua merupakan anak perempuan berusia 6 tahun tidak ada riwayat imunisasi campak melakukan perjalanan menggunakan Garuda Indonesia rute Jakarta-Sydney pada tanggal 17 Februari 2026. Gejala demam, batuk, pilek mancul pada tanggal 11 Februari dan hasil PCR dinyatakan positif pada tanggal 18 Februari. Tidak ada kematian terhadap dua kasus tersebut,” kata dia.

Menyusul dengan  laporan tersebut, pemerintah memastikan langkah penguatan surveilans atau deteksi dini, dan imunisasi tambahan terus diintensifkan.

”Hingga saat ini tidak terdapat penetapan KLB campak secara nasional. Di samping penguatan surveilans penyakit campak, pemerintah juga mengintensifkan pelaksanaan imunisasi campak tambahan termasuk pada usia anak sekolah, pada daerah-daerah yang telah terjadi kejadian luar biasa campak pada tahun 2025 dan 2026,” kata Andi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Andi juga menjelaskan selain memperkuat sistem surveilans dan imunisasi, Kemenkes juga menyiagakan fasilitas pelayanan kesehatan termasuk rumah sakit untuk mengantisipasi dan menangani potensi kasus dengan komplikasi. Selain itu, Kemenkes juga menekankan agar orang tua melengkapi status imunisasi campak anak mengingat penyakit ini bersifat menular.

”Penguatan pengobatan dan perawatan kasus campak dengan komplikasi disiapkan di fasilitas kesehatan termasuk rumah sakit. Kementerian kesehatan menghimbau masyarakat untuk memastikan status imunisasi campak lengkap sesuai jadwal terutama bagi anak-anak usia balita,” kata dia.

Halaman Selanjutnya

Andi juga menghimbau kepada masyarakat untuk tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat untuk mencegah penularan campak. Dia juga meminta kepada masyarakat yang memiliki gejala seperti demam dan ruam untuk segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |