Kepercayaan Dinilai Jadi Fondasi dari Ekonomi Digital, AI Bisa Tingkatkan Deteksi Fraud hingga 95 Persen

1 day ago 17

Selasa, 3 Maret 2026 - 21:47 WIB

Jakarta, VIVA – Asia Tenggara tengah mengalami pertumbuhan ekonomi digital yang pesat, didorong oleh lonjakan transaksi keuangan online dan penetrasi layanan pembiayaan digital. Namun, di balik ekspansi tersebut, risiko fraud global dalam pembayaran digital diproyeksikan melampaui US$40 miliar per tahun.

Di kawasan Asia Pasifik, lebih dari 80 persen institusi keuangan kini mengandalkan Artificial Intelligence (AI) untuk mendeteksi dan mencegah fraud secara real-time guna menjaga keamanan dan kepercayaan pengguna.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melihat tantangan tersebut, Jefferson Chen, Co-founder, Group Chairman, dan CEO Advance Intelligence Group membangun perusahaan berbasis AI yang berfokus pada solusi identitas digital, pencegahan fraud, serta credit decisioning untuk institusi keuangan dan fintech.

Berbagai studi industri menunjukkan bahwa sistem berbasis AI mampu meningkatkan tingkat deteksi fraud hingga 90–95%, sekaligus menurunkan tingkat false positive sebesar 30–60%, sehingga institusi keuangan dapat menyetujui lebih banyak pengguna yang legitimate tanpa mengorbankan aspek keamanan.

“Kepercayaan adalah fondasi dari ekonomi digital. Tanpa sistem yang mampu mengelola risiko secara akurat dan real-time, pertumbuhan yang ada tidak akan berkelanjutan," ujar Jefferson Chen dikutip dari keterangannya, Selasa, 3 Maret 2026.

Di sisi operasional, otomatisasi proses onboarding dan monitoring transaksi juga terbukti mampu mengurangi kebutuhan manual review hingga 40–70% serta menekan biaya operasional tim fraud management hingga 30–50%. Melalui pemanfaatan teknologi AI, perusahaan membantu institusi memperluas akses kredit secara lebih aman, presisi, dan inklusif.

Didirikan pada 2016, Advance Intelligence Group kini beroperasi di lebih dari 80 pasar global melalui dua lini bisnis utamanya, antara lain ADVANCE.AI (B2B) dan Atome Financial (B2C). Secara kolektif, perusahaan melayani lebih dari 58 juta pengguna serta mendukung lebih dari 1.000 klien korporasi di berbagai sektor, termasuk perbankan, fintech, dan e-commerce.

Sementara itu, Atome Financial memanfaatkan infrastruktur data dan risk management yang sama untuk menyediakan berbagai layanan kredit konsumen seperti Buy Now Pay Later (BNPL), kartu kredit digital, pinjaman pribadi, hingga produk tabungan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Atas kontribusinya dalam membangun infrastruktur kepercayaan digital di kawasan, Endeavor Indonesia secara resmi mengumumkan bahwa Jefferson Chen terpilih sebagai Endeavor Entrepreneur ke-111 dari Indonesia melalui International Selection Panel (ISP) yang diselenggarakan di Singapura pada awal Februari 2026.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |