Rabu, 25 Maret 2026 - 22:25 WIB
VIVA – Pemerintah Tiongkok kembali mengguncang elite militernya. Pada 24 Januari 2026, Kementerian Pertahanan Nasional China mengonfirmasi bahwa Jenderal Zhang Youxia—sekutu lama Presiden Xi Jinping—resmi diselidiki atas dugaan "pelanggaran serius terhadap disiplin dan hukum".
Zhang, yang diangkat langsung oleh Xi ke posisi militer operasional tertinggi pada 2022, tidak sendirian. Kepala staf Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), Liu Zhenli, juga masuk dalam daftar penyelidikan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Perkembangan ini membuat Komisi Militer Pusat (CMC) yang sebelumnya beranggotakan tujuh orang kini praktis hanya menyisakan dua figur utama: Xi Jinping dan Zhang Shengmin, yang dikenal luas sebagai pengawas berbagai penyelidikan internal.
Langkah tersebut terjadi di tengah kampanye anti-korupsi besar-besaran yang digagas Xi sejak 2012. Hingga kini, lebih dari enam juta anggota Partai Komunis Tiongkok (PKT) telah diperiksa dan dijatuhi sanksi.
Data terbaru menunjukkan tren peningkatan. Pada 2024, jumlah anggota partai yang diselidiki mencapai 877.000 orang, naik 40% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, pada kuartal pertama 2025, otoritas anti-korupsi telah memulai 220.000 investigasi, dan sepanjang Januari hingga November 2025 tercatat 251.516 kasus dibuka—meningkat 30,87% dibandingkan periode yang sama tahun 2024.
Dalam Sidang Pleno PKT pada Januari 2026, Xi menegaskan bahwa partai harus "terus maju dengan perjuangan anti-korupsi dengan pemahaman yang lebih jelas dan tekad yang lebih kuat."
Mekanisme dan Kritik Struktural
Kampanye ini dijalankan oleh Komisi Pusat untuk Inspeksi Disiplin (CCDI), lembaga internal partai yang tidak memiliki kewenangan yudisial independen. Salah satu mekanisme yang digunakan adalah liuzhi, yang memungkinkan penahanan berbulan-bulan tanpa dakwaan, penasihat hukum, maupun pengawasan eksternal.
Sejumlah tokoh besar sebelumnya juga telah dicopot melalui kampanye ini, termasuk Zhou Yongkang, Bo Xilai, Sun Zhengcai, dan Ling Jihua.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Namun, data menunjukkan adanya perbedaan antara jumlah pejabat yang dilaporkan diselidiki dan yang diumumkan secara publik. Pada 2024, misalnya, 73 pejabat tingkat provinsi disebut diperiksa, tetapi hanya 58 nama yang dipublikasikan.
Selain itu, laporan intelijen Amerika Serikat pada Maret 2025 menyebutkan bahwa keluarga Xi memiliki aset lebih dari satu miliar dolar, sementara keluarga Wen Jiabao menguasai setidaknya 2,7 miliar dolar. Tidak ada proses pertanggungjawaban domestik terkait temuan tersebut.
Halaman Selanjutnya
Xi sendiri mengakui bahwa situasi pemberantasan korupsi "tetap kompleks" dan menegaskan bahwa "tidak boleh ada penghentian, kelonggaran, atau kompromi."

4 hours ago
2











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
