Jakarta, VIVA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja impresif pada hari pertama perdagangan usai libur panjang Lebaran.
IHSG melesat 2,75 persen atau 195,28 poin dan ditutup di level 7.302,12 pada Rabu, 25 Maret 2026. Penguatan ini terjadi setelah IHSG sempat tertekan dalam beberapa waktu terakhir akibat eskalasi konflik global dan aksi jual investor.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam riset hariannya, Tim Analis Phintraco Sekuritas menyoroti sejumlah faktor pendorong utama, baik dari domestik, global hingga secara teknikal yang menopang keberhasilan IHSG membukukan lonjakan signifikan. Lantas, apa saja faktor utama yang mendorong penguatan IHSG kali ini?
1. Sentimen Global Membaik
Ilustrasi Indeks Wall Street.
Kinerja positif bursa saham kawasan Asia menjadi salah satu katalis utama penguatan IHSG. Optimisme investor meningkat seiring meredanya kekhawatiran pasar global yang mendorong aksi beli di berbagai pasar saham, termasuk Indonesia.
2. Turunnya Harga Minyak Dunia Imbas Isu Damai
Koreksi harga minyak mentah dunia turut memberikan angin segar bagi pasar. Penurunan ini dipicu kabar bahwa Amerika Serikat (AS) tengah mengupayakan de-eskalasi konflik dengan Iran melalui proposal perdamaian.
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) tercatat turun sekitar 5 persen ke level US$87 per barel, sementara Brent melemah lebih dari 6 persen ke kisaran US$98 per barel. Penurunan ini meredakan kekhawatiran inflasi dan tekanan biaya energi, sehingga mendukung penguatan pasar saham.
3. Efisiensi Anggaran hingga Opsi WFH
Ilustrasi kerja dari rumah (work from home).
Dari dalam negeri, pasar merespons positif rencana pemerintah melakukan efisiensi anggaran. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut langkah penghematan belanja kementerian berpotensi memangkas hingga Rp80 triliun.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selain itu, Badan Gizi Nasional (BGN) mengusulkan pengurangan frekuensi distribusi makanan harian yang diperkirakan dapat menghemat hingga Rp40 triliun. Namun, kebijakan ini masih bersifat usulan dan akan segera diajukan kepada Presiden Prabowo Subianto.
Tim Analis Phintraco Sekuritas juga menyampaikan, saat ini pemerintah RI tengah mengkaji sejumlah langkah untuk meredam dampak kenaikan harga minyak dunia. Upaya yang dilakukan meliputi strategi ketahanan fiskal dengan memanfaatkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) dan optimalisasi pajak dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor komoditas.
Halaman Selanjutnya
Kemudian, pemerintah terus menggodok strategi penghematan dan konsumsi energi dengan penerapan bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Langkah-langkah ini dinilai memperkuat kepercayaan investor terhadap stabilitas fiskal Indonesia.

4 hours ago
3











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
