Makassar, VIVA - Para pemain tembak-tembakan menggunakan senjata plastik di Makassar ditindak polisi. Hal itu diungkap Kapolres Kota Besar Makassar, Komisaris Besar Polisi Arya Perdana.
"Kalau ada kejadian serupa lagi, sesuai prosedur kalau ada akan kami bubarkan, akan kami halau, kalau perlu senjatanya akan kami sita," Kata dia, Kamis, 5 Maret 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Arya mengatakan, senjata plastik merek Omega ini awalnya dipakai anak-anak bermain. Tapi, sering perkembangan senjata mainan ini viral hingga digunakan remaja perang-perangan. Peluru yang dipakai bisa menyakiti walau cuma berbahan jelly.
"Peluru Omega ini kan gel atau jelly, jika kemudian dicelupkan ke air menjadi besar, dan ketika ditembakkan cukup sakit kalau jaraknya 3-5 meter begitu. Bahkan kemarin sudah ada ibu-ibu kena matanya, anak kecil juga kena mata sampai harus diperban," kata dia.
Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tidak bermain-main senjata mainan tersebut, kecuali ada tempat khusus atau diperlombakan. Tetapi, kalau sudah bermain di jalanan sampai merugikan warga dan ketertiban umum terganggu, maka pasti ditindak.
"Ini sangat disayangkan, tentu akan menimbulkan ekses bukan hanya kecelakaan atau luka atau mungkin sampai meninggal dunia. Tetapi juga ada ekses pidana ketika itu sudah menyakitkan orang lain," ujar dia.
Di sisi lain, kepolisian yang mengambil sikap menjadi dilema, antara membubarkan saat mereka saling tembak-tembakan, atau menindak tegas dan terukur sebab ada konsekuensi hukumnya.
Menyusul adanya kejadian anggota polisi Iptu N, saat membubarkan perang-perangan tersebut di jalan Toddopuli. Usai memberikan tembakan peringatan ke udara, di saat bersamaan mengamankan seorang pemuda main perang-perangan karena mengganggu pengguna jalan, tidak sengaja pistolnya meletus mengenai bagian belakang korban hingga meninggal dunia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selain itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin terkait dengan penggunaan senjata mainan ini dijual secara bebas, namun belakangan menjadi masalah.
"Pak Wali Kota Insyaallah sudah berjanji akan membuat Perwali untuk masalah senjata-senjata Omega ini. Supaya tidak ada lagi yang secara bebas menggunakan senjata ini lalu menggunakannya untuk kepentingan mengganggu kamtibmas," ujar dia.
Halaman Selanjutnya
Alasannya, dari sejumlah video viral di media sosial, sekelompok remaja maupun pemuda setelah saling bertemu langsung perang tembak-tembakan bahkan berkelompok mengendarai motor tembak-tembakan di jalanan. Tentu ini membahayakan diri maupun orang lain sehingga perlu penindakan.

1 day ago
20













:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3167349/original/049156100_1593592165-20200701-Iuran-BPJS-Kesehatan-Resmi-Naik--ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5334428/original/084075100_1756715756-asian-researcher-in-laboratory-from-back.jpg)
