Pontianak Jadi Panggung Asia, Dua Wakil Indonesia Pasang Target Tinggi di AVC Men’s Volleyball Champions League 2026

5 hours ago 3

Kamis, 26 Maret 2026 - 21:11 WIB

VIVA – Indonesia tidak sekadar menjadi tuan rumah, tetapi juga membawa ambisi besar pada ajang AVC Men’s Volleyball Champions League 2026 yang akan berlangsung di Pontianak pada 13-17 Mei mendatang. Dua wakil Tanah Air, Jakarta Bhayangkara Presisi dan Jakarta Garuda Jaya, akan tampil membawa misi berbeda namun dengan tujuan besar yang sama, yakni mengangkat prestasi voli putra Indonesia di level Asia.

Keikutsertaan dua tim ini bukan tanpa alasan. PBVSI ingin memadukan target prestasi jangka pendek dan pembangunan tim jangka panjang. Bhayangkara Presisi diproyeksikan menjadi tim yang mengejar gelar juara, sementara Garuda Jaya disiapkan sebagai wadah pembinaan pemain muda yang diproyeksikan menjadi tulang punggung tim nasional di masa depan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketua Umum PP PBVSI Imam Sudjarwo menyampaikan bahwa pengalaman tampil di kompetisi Asia menjadi modal penting bagi Bhayangkara Presisi untuk bersaing dengan klub-klub kuat dari negara Asia lainnya. Ia berharap wakil Indonesia mampu bersaing secara kompetitif, bahkan menargetkan gelar juara, terlebih Indonesia berstatus sebagai tuan rumah.

Menurut Imam, PBVSI tidak hanya berorientasi pada hasil jangka pendek, tetapi juga memanfaatkan turnamen ini sebagai bagian dari proses pembinaan. Karena itu, Jakarta Garuda Jaya yang diperkuat pemain-pemain muda sengaja diturunkan agar mendapatkan pengalaman bertanding di level internasional. Ia menilai pengalaman melawan klub-klub kuat Asia akan mempercepat perkembangan mental dan kualitas permainan para pemain muda Indonesia.

“Saya berharap Bhayangkara Presisi bisa menjadi juara. Dengan pengalaman tampil di kompetisi Asia tentu Bhayangkara Presisi bisa bersaing dengan tim-tim dari Iran, Qatar, Thailand, Korea hingga Jepang,” ujar Imam dalam keterangan yang dikutip PBVSI.

Beberapa nama muda seperti Dawuda Alaihimassalam dan Fauzan Nibras menjadi bagian dari proyek jangka panjang PBVSI. Mereka dipersiapkan untuk menjadi bagian penting tim nasional putra Indonesia, dengan target besar tampil di Olimpiade Brisbane 2032. Turnamen ini menjadi salah satu panggung awal untuk menguji kesiapan mereka menghadapi persaingan internasional yang lebih keras.

Dari sisi Bhayangkara Presisi, manajer tim Pipit Rismanto menilai pengalaman dua kali tampil di turnamen ini menjadi keuntungan tersendiri. Timnya dinilai sudah lebih memahami karakter permainan lawan-lawan dari Asia yang memiliki gaya bermain cepat dan fisik yang kuat.

Halaman Selanjutnya

Ia juga memastikan Bhayangkara kembali mengontrak pemain asing Noumory Keita setelah menyelesaikan kontraknya di kompetisi Italia. Kehadiran pemain asing diharapkan mampu meningkatkan daya saing tim, terutama saat menghadapi klub-klub dari Iran, Jepang, dan Korea yang dikenal memiliki kualitas permainan yang sangat tinggi.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |