VIVA –Kebanyakan dari kita berpikir bahwa berhubungan suami istri selalu identik dengan kenikmatan. Namun kenyataannya, dua hal itu tidak selalu berjalan beriringan.
Beberapa orang mengalami kondisi yang disebut anhedonia seksual, yaitu ketidakmampuan untuk merasakan kesenangan saat berhubungan dengan pasangannya. Orang dengan kondisi ini mungkin tetap menunjukkan hasrat mereka atau bahkan orgasme, tapi entah karena alasan apa, mereka tidak bisa menikmati pengalaman itu.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Profesor neurologi dan biokmia di Georgetown University Medical Center, James Giordano menjelaskan anhedonia secara harfiah berarti tidak merasakan kesenangan. Mereka yang mengalami depresi bisa mengalami anhedonia umum, yaitu ketidakmampuan menikmati aktivitas sehari-hari yang biasanya menyenangkan. Anhedonia seksual bisa muncul bersamaan dengan depresi dan anhedonia umum, atau bisa muncul karena faktor lain.
Mereka yang mengalami anhedonia seksual juga mungkin mengalami orgasmic anhedonia atau ejaculatory anhedonia, di mana mereka bisa mengalami tanda fisik orgasme atau ejakulasi, tapi tidak merasakan sensasi kesenangan. Namun, anhedonia seksual berbeda dengan masalah gairah, ereksi, atau orgasme. Banyak orang dengan kondisi ini tetap mengalami hal-hal tersebut, hanya saja tidak mendapatkan kenikmatan darinya.
Sementara itu, pakar hubungan seksual di Good Vibration, Carol Queen, menyebut hubungan intim lebih dari sekadar gairah dan orgasme.
“Hubungan suami istri juga soal koneksi interpersonal, keintiman, sentuhan, sensasi tubuh, hasrat, dan banyak hal lain. Seseorang bisa punya masalah dengan beberapa aspek seks tapi tetap merasakan beberapa bentuk kesenangan,” kata dia,
Namun, banyak orang dengan anhedonia kehilangan motivasi untuk berhubungan intim.
“Anhedonia seksual kadang disertai rendahnya hasrat seksual. Tanpa ‘hadiah’ berupa kesenangan atau orgasme, mudah saja kehilangan minat,” jelas sexologist klinis, Sarah Melancon.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Lantas apa penyebab dari masalah ini? Psikoterapis spesialis kesehatan seksual, Lisa Lawless menyebut ada banyak faktor yang bisa memicunya. Beberapa diantaranya termasuk kondisi medis, efek samping obat, masalah psikologis, dan trauma. Beberapa orang mengalami anhedonia karena pengalaman seksual negatif di masa lalu.
“Banyak yang melaporkan sejarah trauma atau pelecehan. Ini bisa menciptakan hambatan psikologis yang menghalangi keterlibatan penuh dalam seks,” jelas Lawless.
Halaman Selanjutnya
Hambatan ini tidak hanya berasal dari trauma akut, tapi juga budaya yang negatif terhadap hubungan intim.

7 hours ago
3










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5256901/original/039184800_1750294371-ChatGPT_Image_Jun_19__2025__07_35_10_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483201/original/035595200_1769341364-WhatsApp_Image_2026-01-25_at_17.53.37.jpeg)





