Hindu dan Muslim Hidup Tanpa Konflik di Kota Ini: Mulai dari Bukber hingga Merayakan Idul Fitri Bersama

3 hours ago 3

Rabu, 11 Maret 2026 - 13:51 WIB

Jakarta, VIVA - Partab Shivani (48), seorang Hindu asal Pakistan yang mayoritas penduduknya Muslim, ikut berpuasa selama bertahun-tahun pada Ramadan.

Ia dan teman-temannya di Kota Mithi rutin menggelar buka puasa bersama (bukber) untuk memupuk perdamaian dan solidaritas antara kedua agama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya percaya kita perlu mempromosikan kerukunan antar umat beragama. Perdamaian dapat menyebar melalui solidaritas dan saling mendukung satu sama lain. Jarak hanya memperlebar jurang pemisah antarmanusia,” katanya, seperti dikutip dari situs Straitstimes, Rabu, 11 Maret 2026.

Sembilan puluh enam persen dari total 240 juta penduduk Pakistan adalah Muslim. Hanya 2 persen yang beragama Hindu, di mana sebagian besar dari mereka tinggal di di Kota Mithi, Provinsi Sindh.

Di sana, mayoritas warga dari total 60 ribu penduduknya beragama Hindu. Meski begitu, banyak dari mereka di kota tersebut juga menjalankan puasa Ramadan, dan bukber sudah menjadi acara kumpul-kumpul sosial yang dengan senang hati diikuti oleh masyarakat dari kedua agama di Mithi.

“Ini (bukber) sudah menjadi tradisi indah kami sejak lama. Ini adalah contoh indah dari keharmonisan antar umat beragama,” ungkap Mir Muhammad Buledi (51).

Diskriminasi terhadap minoritas sudah berakar dalam di Pakistan. Setelah berakhirnya kekuasaan Inggris di Asia Selatan pada 1947, anak benua itu terbagi menjadi India yang mayoritas beragama Hindu dan Pakistan yang mayoritas beragama Muslim.

Hal tersebut memicu pertumpahan darah keagamaan yang meluas, di mana ratusan ribu orang tewas dan jutaan orang mengungsi.

Menurut Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Pakistan, kebebasan beragama atau berkeyakinan terus-menerus terancam, dengan kekerasan dan diskriminasi yang dimotivasi oleh agama meningkat setiap tahunnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Negara, menurut mereka, telah gagal mengatasi krisis tersebut. Namun, ketegangan semacam itu tidak ada di Mithi. “Saya seorang Hindu tetapi saya tetap berpuasa selama satu bulan. Dan saya merasa senang berdiri bersama saudara-saudara Muslim. Kami juga merayakan Idul Fitri bersama,” jelas Sushil Malani, seorang politisi setempat.

Restoran dan warung teh juga tutup di seluruh Pakistan selama bulan Ramadan. Ramesh Kumar, seorang pria Hindu berusia 52 tahun yang menjual manisan dan makanan ringan di lingkungan masjid, menjaga gerobaknya tetap tertutup hingga waktu berbuka puasa.

Halaman Selanjutnya

“Tidak ada diskriminasi di antara kami jika seseorang beragama Muslim atau Hindu. Saya sudah mengalaminya sejak kecil. Anda akan melihat gurdwara (Sikh), masjid, dan pura berdampingan di sini. Kita semua hidup bersama seperti saudara,” katanya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |